Friday, July 10, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Satpam Korban Begal di Percut Sei Tuan Sebut Pelaku Diduga Anak SMP dan SMA

Mistar.idSelasa, 19 Mei 2026 pukul 17.20 WIB
satpam_korban_begal_di_percut_sei_tuan_sebut_pelaku_diduga_anak_smp_dan_sma

Satpam Korban Begal, hasil ronsen dan surat keterangan tidak mampu. (foto:putra/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Guntur Sugoro (41), satpam Dapur MBG yang menjadi korban pembegalan dan penembakan di Jalan Persawahan, Kecamatan Percut Sei Tuan, mengaku para pelaku diduga masih berusia remaja.

Menurut Guntur, dari lima pelaku yang menghadangnya, sebagian besar terlihat masih sangat muda. Bahkan, ia menyebut beberapa di antaranya tampak seperti anak SMP ataupun SMA.

“Kecil-kecil, kayak anak SMP apa SMA gitu. Tapi yang nembak dipanggil ‘Bang’, agak lebih tua,” ucap Guntur saat ditemui di RS Pirngadi Medan, Selasa (19/5/2026).

Guntur mengatakan dirinya baru sekitar sebulan bekerja sebagai satpam di Dapur MBG dengan gaji Rp100 ribu per hari atau sekitar Rp3 juta per bulan. Saat kejadian, ia mengaku tidak sedang bertugas jaga malam.

“Saya mau pinjam uang Rp200 ribu sama kawan karena gaji pertama belum cair,” katanya.

Akibat aksi begal tersebut, Guntur mengalami luka tembak dan peluru disebut masih bersarang di dekat paru-parunya. Meski begitu, ia mengaku telah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit karena kondisinya dinilai stabil.

“Saya sudah diperbolehkan pulang. Sementara peluru masih di dalam dekat paru-paru. Kata dokter nggak ada masalah,” tuturnya.

Namun hingga kini, korban belum menjalani operasi pengangkatan peluru lantaran terkendala biaya pengobatan. Guntur mengaku BPJS miliknya belum dapat digunakan untuk kasus yang dialaminya.

“Ini belum dioperasi karena memang saya nggak ada biaya. Saya mau pulang aja sebenarnya. Tapi ini masih bingung soal biayanya. Karena saya tidak bisa menggunakan BPJS kasus begal,” lanjutnya.

Saat ini, pihak keluarga disebut tengah mengurus surat keterangan tidak mampu untuk membantu proses pengobatan korban.

“Sudah ngambil surat miskin. Ini masih belum tahu gimana nanti kelanjutannya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Guntur Sugoro (41), yang bekerja sebagai satpam di Dapur MBG, menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Persawahan, wilayah Saentis, Senin (11/5/2026) malam.

Korban bahkan ditembak menggunakan senapan angin rakitan hingga mengalami penggumpalan darah di paru-paru. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN