Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Satpam di Medan Ditangkap Usai Curi Uang dan Cincin Tetangga Kos

Mistar.idMinggu, 10 Mei 2026 pukul 11.44 WIB
satpam_di_medan_ditangkap_usai_curi_uang_dan_cincin_tetangga_kos

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Beralasan membantu biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit di kampung, Damai Putra Batee nekat melakukan aksi pencurian. Namun aksinya terekam kamera CCTV sehingga petugas dengan mudah menangkapnya.

Kini, pria 21 tahun asal Desa Tetehosi II, Gunung Sitoli, itu telah ditahan Unit Reskrim Polsek Medan Kota.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu PM Tambunan menerangkan, aksi pencurian itu dilakukan Damai di rumah kosnya di Jalan Sindoro, Pusat Pasar, Medan Kota, Jumat (8/5/2026).

Ia merusak gembok kamar kos milik Hotma Juliana, 21 tahun, yang berada tepat di depan kamar kosnya.

“Saat pelaku beraksi, korban sedang bekerja. Pelaku mengambil cincin emas milik korban seberat 2,5 gram dan uang tunai Rp4 juta,” ucap Tambunan, Minggu (10/5/2026).

Lanjut mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Area itu, korban yang merupakan warga Rokan Hulu mengetahui barangnya hilang saat hendak menggunakan cincin tersebut.

Saat memeriksa dompet, korban tidak menemukan cincin beserta uang tunai miliknya. Ketika mengecek pintu kamar, korban menyadari seseorang telah masuk ke dalam kamar karena engsel pintunya rusak. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Kota.

“Kita lakukan penyelidikan dan esoknya, Sabtu (9/5/2026), kita menangkap pelaku di Jalan MT Haryono. Saat kita tangkap, pelaku sedang bekerja sebagai seorang sekuriti di Medan Mall,” ungkapnya.

Ketika diinterogasi, Damai tak dapat mengelak. Ia mengakui pria yang terekam di CCTV merupakan dirinya. Ia juga mengaku telah melakukan pencurian itu sebanyak tiga kali. Ia merusak engsel pintu kamar korban dan mengembalikannya seperti sedia kala untuk mengaburkan jejak.

“Jadi dia sudah tiga kali beraksi. Seluruh barang korban yang hilang dicurinya dengan cara dicicil,” lanjutnya.

Selain itu, Damai juga mengaku uang hasil curian tersebut dikirimkan ke kampung untuk membantu biaya pengobatan ibunya. Meski begitu, petugas tetap menahannya dan melakukan pengembangan untuk menangkap penadahnya.

“Apapun alasannya, perbuatannya tidak kita benarkan. Saat ini kita melakukan pengembangan,” ujarnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN