Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Praktisi Hukum Soroti Maraknya Tawuran di Medan Helvetia, Minta Polisi Perkuat Pencegahan

Mistar.idKamis, 18 Juni 2026 15.33
journalist-avatar-top
AS
praktisi_hukum_soroti_maraknya_tawuran_di_medan_helvetia_minta_polisi_perkuat_pencegahan

Praktisi Hukum, Muslim Muis. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Maraknya aksi tawuran di wilayah hukum Polsek Helvetia mendapat sorotan tajam dari Praktisi Hukum, Muslim Muis. Ia berharap kepolisian melakukan evaluasi serius dan meningkatkan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Sorotan tersebut muncul setelah kembali terjadi aksi tawuran yang diduga melibatkan kelompok geng motor di Jalan Nusa Indah Raya, Kecamatan Medan Helvetia, tepatnya di depan bangunan bioskop lama. Warga menyebut peristiwa serupa telah beberapa kali terjadi dan menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.

Muslim Muis mengatakan kondisi tersebut menjadi alarm bahwa pendekatan keamanan yang selama ini dilakukan perlu diperkuat. Menurutnya, polisi tidak boleh hanya bergerak setelah menerima laporan adanya tawuran, tetapi juga harus mampu mendeteksi potensi gangguan keamanan sebelum kejadian terjadi.

“Jangan sampai aparat hanya hadir ketika tawuran sudah pecah dan para pelaku membubarkan diri. Masyarakat membutuhkan rasa aman melalui patroli yang lebih intensif, pemetaan kelompok yang kerap membuat keresahan, serta tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku,” ujar Muslim Muis, Kamis (18/6/2026).

Ia menegaskan, maraknya tawuran di wilayah hukum Polsek Helvetia harus menjadi perhatian serius pimpinan kepolisian. Jika lokasi yang sama terus menjadi tempat bentrokan kelompok remaja, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap efektivitas pengawasan dan strategi pencegahan di lapangan.

“Ini bukan sekadar persoalan kenakalan remaja. Ketika tawuran dibiarkan berulang, ada potensi muncul korban jiwa dan meningkatnya keresahan masyarakat. Negara melalui aparat kepolisian memiliki kewajiban memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warga,” tegasnya.

Muslim juga mendesak Polsek Helvetia untuk lebih aktif melakukan patroli rutin, terutama pada jam-jam dan titik yang dianggap rawan. Selain penindakan hukum, menurutnya pendekatan melalui sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar juga harus diperkuat.

Sebelumnya, Kapolsek Helvetia, Kompol Nelson JP Sipahutar, membenarkan adanya aksi tawuran di lokasi tersebut. Namun, saat personel tiba di tempat kejadian, para pelaku telah membubarkan diri sehingga tidak ditemukan korban maupun kerusakan.

“Kalau kejadian seperti ini terus berulang, tentu masyarakat akan mempertanyakan sejauh mana langkah preventif yang telah dilakukan. Jangan menunggu sampai ada korban baru kemudian bergerak lebih serius,” ujarnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN