Pengasuh Pondok Tahfidz di Sei Mencirim Akui Dua Kali Cabuli Santriwati

Kadus IV, Desa Sei Mencirim, Mahmud saat dikonfirmasi mistar soal pengasuh Pondok Tahfidz Diduga cabuli santriwati nya. (Foto: Putra/Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID
Pengasuh Pondok Tahfidz di Dusun IV Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, berinisial AM, mengakui telah dua kali mencabuli santriwati berinisial N.
Pengakuan tersebut disampaikan AM kepada aparat desa dan keluarga N dengan dalih dilakukan atas dasar suka sama suka.
Kepala Dusun IV Desa Sei Mencirim, Mahmud, menjelaskan, berdasarkan keterangan ayah korban, AM mengaku telah dua kali mencabuli N. Selain itu, sejumlah santriwati lain juga diduga menjadi korban pelecehan, meski tidak sampai terjadi persetubuhan.
“Pengakuan dari pihak keluarga korban, pelaku mengakui sudah dua kali meniduri korban. Santriwati lain juga ada yang dilecehkan, hanya sebatas diraba dan dipeluk. Saat ini yang tinggal di pondok itu semuanya santriwati,” katanya, Senin (5/1/2026).
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban sempat terpancing emosi dan berencana menghakimi pelaku. Namun situasi berhasil diredam oleh aparat desa. Keluarga korban menolak penyelesaian secara kekeluargaan dan memilih menempuh jalur hukum.
“Saya sempat menanyakan apakah mau di mediasi atau diproses hukum. Orang tua korban memilih jalur hukum, lalu saya arahkan untuk membuat laporan ke kepolisian,” ujarnya Mahmud.
Lanjutnya, pondok tersebut berdiri sekitar lima tahun tanpa ada informasi resmi ke pemerintah desa. Bahkan, dari awal sudah ada gesekan dengan warga.
"Mulai dari saluran pembuangan air hingga penutupan area pondok dengan pagar seng sehingga aktivitas di dalam tidak diketahui,” ucapnya lagi.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Akbp Bayu Putro Wijayanto belum berhasil dikonfirmasi.
Sebelumnya diberitakan, salah satu Pondok Tahfidz di Desa Sei Mencirim dirubuhkan warga, Minggu (4/1/2026) malam. Pasalnya, pengasuh di Pondok tersebut, AM diduga mencabuli santriwati berinisial N.
Menurut salah seorang warga, Hendro, terungkapnya perbuatan AM saat N mengeluh ke orang tuanya untuk tidak kembali ke pondok pasca libur. Permintaan itu pun dicurigai pihak keluarga hingga remaja yang duduk di bangku kelas 1 SMA itu buka suara. (hm25)
BERITA TERPOPULER























