Parit Tercemar Limbah Terbakar di Desa Sampali, Kadus: Sudah Sering Terjadi

Kadus XV, Desa Sampali, Rudianto, saat ditemui di lokasi. (Foto: Adi Syahputra/Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID – Parit yang diduga tercemar limbah pabrik terbakar di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (21/8/2026).
Menurut Kepala Dusun XV, Desa Sampali, Rudianto, peristiwa terbakarnya parit di wilayah tersebut sudah sering terjadi. Hingga masyarakat saat ini sudah merasa resah.
"Sudah sering kali pun kalau kebakaran kayak gini. Cuma enggak ada tanggapan dari pihak pabrik," ucapnya, Minggu (23/8/2026).
Ia menduga kebakaran parit karena seseorang yang tidak bertanggung jawab karena sengaja menyulut api.
"Ada orang lewat gitu mungkin. Pertama apinya kecil dulu. Lama-lama membesar karena oli jadi merembet apinya dan membesar lah apinya," katanya.
Masih kata Kadus, pihak perusahaan selama ini tidak ada toleransi dan terkesan mengabaikan. Setelah parit terbakar Jumat kemarin, pihak pabrik baru menurunkan alat berat untuk mengeruk parit.
"Baru kali ini diberi solusi. Udah diturunkan alat berat dari perusahaan dan dikeruk. Ada dua alat berat yang turun dan mengeruk dua titik," lanjutnya.
Terkait bau yang menyengat, Rudianto mengatakan hal itu ditimbulkan akibat oli yang tersumbat. Dikatakannya, warga sekitar selama ini membiarkan parit itu tersumbat.
"Ya itulah olinya, bau oli dia. Limbah minyak oli buat sekitar jadi bau. Bau ini dirasakan warga setiap hari. Bau oli menyengat sejak parit sumbat atau setahun yang lalu. Sama pabrik dibiarkan saja. Warga pun emosi," katanya.
Meski begitu, ia mengaku belum ada warga yang mengaku menderita penyakit akibat pencemaran limbah di parit tersebut. Sementara terkait kebakaran, ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka.
"Kalau penyakit, belum ada laporan. Cuma kalau air bersih ada warga yang lapor. Di sini airnya kurang bersih," ucapnya.
Pihak desa berencana melakukan pertemuan dengan pihak pabrik pada Senin (24/8/2026). Diharapkan, pertemuan itu memberi solusi ke masyarakat sekitar.
"Nanti lah hari Senin ada rapat sama pihak desa. Gimana bentuk pertanggungjawaban dari PT-nya. Pihak lingkungan hidup juga sudah datang semalam. Kalau warga maunya ini dibagusi. Terus minta air bersih karena air warga juga udah tercemar," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, menurut salah seorang warga, Nur Hasanah, kebakaran serupa sudah dua kali terjadi sejak Juli 2026. Teranyar, api menyambar limbah dan mengakibatkan kebakaran pada Jumat (21/8/2026) malam.
Limbah minyak yang memenuhi parit seketika terbakar dan membuat warga panik. Tak cuma itu, warga juga mengaku bau menyengat dari parit tersebut mengganggu penciuman warga.
"Berminyak airnya. Makin parah berminyaknya. Kami pun sampai nggak tahan. Tiap hari harus tutup pintu. Apalagi kalau malam, menyengat kali baunya," ucap Nur Hasanah, Minggu (23/8/2026).[]
PREVIOUS ARTICLE
Bawa 13,25 Gram Sabu Dalam Tas, Sopir di Dairi Dicegat Polisi





















