Sunday, August 23, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Viral Parit Diduga Tercemar Limbah Pabrik Terbakar, Warga Sampali Resah

Mistar.idMinggu, 23 Agustus 2026 pukul 15.16 WIB
viral_parit_diduga_tercemar_limbah_pabrik_terbakar_warga_sampali_resah

Parit yang terbakar akibat limbah pabrik di Desa Sampali. (Foto: Instagram @Berita+61)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID – Viral di media sosial, parit yang diduga tercemar limbah pabrik terbakar di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga apalagi api merembet hingga ke permukiman.

Menurut salah seorang warga, Nur Hasanah, kebakaran serupa sudah dua kali terjadi sejak Juli 2026. Teranyar, api menyambar limbah dan mengakibatkan kebakaran pada Jumat (21/8/2026).

Limbah minyak yang memenuhi parit seketika terbakar dan membuat warga panik. Tak cuma itu, warga juga mengaku bau menyengat dari parit tersebut mengganggu penciuman warga.

"Berminyak airnya. Makin parah berminyaknya. Kami pun sampai nggak tahan. Tiap hari harus tutup pintu. Apalagi kalau malam, menyengat kali baunya," ucap Nur Hasanah, Minggu (23/8/2026).

Dijelaskannya, limbah tersebut berasal dari Kawasan Industri Medan (KIM). Parit tersebut tersumbat dan tanpa penanganan dari pihak manapun sejak satu tahun belakangan.

"Ya kayak mana. Kita kan orang kecil. Kita mau mengadu kemana pun nggak tau. Kadus pun udah berulang kali minta tolong belum ada juga reaksi. Nggak tahu lah gimana caranya biar orang pabrik nggak buang sembarangan gitu," tuturnya.

Dijelaskannya, ketika api menyambar, satpam dari pabrik hanya datang dan menonton. Satpam justru menyuruh warga menyiramnya pakai air sumur.

"Terakhir, Kadus yang memanggil pemadam itu. Datang satpam KIM itu cuma lihat-lihat aja. Suruh kami menyiram pakai air sumur. Kami bilang ke satpam kalau dia saja yang menyiram. Kami mau lihat bagaimana dia siram api segitu besarnya,” tuturnya.

Sementara suami Nur Hasanah, mengatakan pembuangan limbah ke parit sudah berlangsung lama. Situasi itu diperparah karena adanya penyumbatan di parit hingga membuat limbah menumpuk di lokasi.

"Kalau ini sudah lama, puluhan tahun sudah. Cuma yang parah-parah karena tumpat. Selama ini kan dulu pun kalau air-air ini lancar, kami enggak komplain," katanya.

Dilanjutkannya, warga sudah berulang kali mengadukan hal itu ke pihak pabrik. Namun hingga kini tak ada penyelesaian.

"Kalau dulu lapor, ya paling nanti diangkat sampahnya. Yang penting dia lancar gitu saja. Kalau buangan minyak ini sudah langganan," ucapnya.

Warga pun berharap adanya penyelesaian perihal pembuangan limbah tersebut.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN