Luapkan Kekecewaan, Kombat Sumut Bakar Majalah Tempo dalam Aksi Damai di Medan

Sebuah majalah Tempo edisi PT Nasdem Indonesia Raya Tbk dibakar massa aksi dari Kombat Sumut. (Foto: Ari/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Massa yang tergabung dalam Komando Bela Tanah Air (Kombat) Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi damai di Jalan Balai Kota, tepatnya di depan Kantor Pos Indonesia (Posbloc) Medan, Kamis (16/4/2026). Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemberitaan majalah Tempo yang merendahkan sosok Surya Paloh.
Dalam aksi tersebut, Ketua Harian Kombat Sumut, Andika Sitepu, menegaskan kehadiran massa merupakan inisiatif spontan sebagai wujud kekecewaan terhadap isi dan visual sampul majalah yang dinilai merendahkan tokoh nasional.
“Kehadiran kami di sini atas dasar kekecewaan terhadap Tempo. Cover itu seakan menggambarkan Pak Surya Paloh tidak mampu lagi memimpin partai karena faktor finansial, padahal beliau sangat kuat, bahkan termasuk salah satu ketua umum partai terkaya,” ujar Andika dalam orasinya.
Ia juga menyebut keberadaan Partai NasDem yang didirikan Surya Paloh bertujuan membawa perubahan bagi bangsa, serta mendapat dukungan yang terus meningkat dari masyarakat dalam setiap pemilu.
“Kalau untuk membeli majalah Tempo, takperlu Bapak Surya Paloh, karena kami saja sanggup untuk membelinya,” tuturnya.
Menurut Andika, pihaknya menilai pemberitaan tersebut tidak sesuai fakta dan telah mencederai nama baik Surya Paloh. Ia menegaskan Kombat tetap menghormati kebebasan pers, namun meminta media menjalankan fungsi jurnalistik secara berimbang dan beretika.
“Kami menghormati media dan kode etik jurnalistik. Tapi media tidak boleh menyebarkan informasi yang tidak benar. Ini yang membuat kami marah dan kecewa,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Andika juga mengungkapkan kemarahan kader terhadap apa yang dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap tokoh bangsa. Ia bahkan menyebut adanya rencana aksi lanjutan apabila pihak Tempo kembali memuat pemberitaan yang dinilai merugikan.
Pantauan Mistar di lokasi, aksi yang berlangsung damai tersebut diwarnai dengan pembakaran majalah Tempo edisi yang memuat visual Surya Paloh digambarkan berjalan letih dan lemas. Tindakan itu disebut sebagai simbol protes atas pemberitaan yang dianggap tidak objektif.
Meski demikian, massa tetap menyatakan komitmen untuk menyampaikan aspirasi secara damai, sembari mendesak Tempo agar lebih berhati-hati dalam menyajikan informasi kepada publik.
NEXT ARTICLE
Polda Sumut OTT Kadis Kominfo Tebing Tinggi





















