Kebakaran Pajak Parluasan Hanguskan Modal Usaha Pedagang

Boru Sianipar, salah seorang pedagang terdampak dalam kebakaran di Pajak Parluasan, Kota Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Duka mendalam menyelimuti para pedagang di kawasan Pasar Dwikora, atau yang lebih dikenal masyarakat setempat sebagai Pajak Parluasan, Kota Pematangsiantar. Kebakaran hebat yang melanda pada Kamis (18/6/2026) dini hari tidak hanya menghanguskan lapak jualan, tetapi juga membakar modal usaha yang baru saja dirintis kembali oleh para pedagang.
Berdasarkan pantauan Mistar di lokasi, garis polisi telah terpasang ketat mengelilingi area yang terdampak. Suasana di sekitar lokasi tampak memprihatinkan, sampah sisa material yang hangus berserakan di mana-mana.
Di beberapa titik, kepulan asap tipis masih terlihat membubung ke udara. Bau sangit yang menyengat membuat sejumlah warga dan pedagang yang datang melihat kondisi lapak mereka terbatuk-batuk. Namun, rasa sesak di dada tampaknya jauh lebih berat ketimbang asap yang mereka hirup.
Bagi para pedagang, kebakaran ini terjadi di waktu yang sangat krusial. Kebanyakan dari mereka baru saja menyetok barang dagangan dalam jumlah besar untuk menyambut momen penerimaan siswa baru dan libur sekolah, momen yang biasanya menjadi ladang rezeki tahunan mereka.
Raut wajah tegang dan mata yang berkaca-kaca tak mampu disembunyikan oleh salah seorang pedagang terdampak, Boru Sianipar. Toko kelontong miliknya yang menjual berbagai kebutuhan, mulai dari kosmetik hingga kain ulos Batak, kini rata dengan tanah.
"Di sini yang saya jual ada ulos Batak, kosmetik, toko kelontonglah, serba ada. Kami baru siap belanja pula, rencananya mau menyusun barang hari ini karena kan mau libur sekolah," ungkap Boru Sianipar dengan nada lirih kepada Mistar.
Ia mengaku mengetahui kebakaran tersebu menjelang subuh. "Saya dapat info terjadinya kebakaran sekitar pukul 03.00 WIB. Katanya api berasal dari arah tukang kain ujung," ucapnya.
Kebakaran ini menjadi pukulan yang sangat telak bagi perekonomian keluarganya. Sambil menahan tangis, Boru Sianipar membeberkan seluruh barang yang hangus itu dibeli dari uang pinjaman modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan uang arisan yang baru saja ia cairkan.
"Saya kan baru pinjam KUR, ditambah uang tarikan (arisan) saya Rp12 juta. Semua saya belanjakan dan kerugian saya kurang lebih mencapai Rp21 juta. Padahal barang-barang itu baru saja saya belanjakan hari Selasa kemarin," tuturnya pilu.
Kini, Boru Sianipar dan puluhan pedagang lainnya di Pajak Parluasan hanya bisa meratapi puing-puing toko mereka, berharap ada mukjizat dan uluran tangan dari pihak terkait untuk membantu mereka bangkit dari keterpurukan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi guna memastikan penyebab pasti dari kebakaran yang menghanguskan pusat ekonomi warga Pematangsiantar tersebut. (hm25)





















