Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan: Ubah Paradoks Polisi Mulai dari Pimpinan

Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto (Foto: Matius/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, saat pertama kali dipercaya menjabat sebagai Kapolda Sumut, ia mendengar pernyataan yang kurang enak terkait istilah “Sumut” yang diartikan sebagai semua urusan pakai uang tunai.
“Itu harus kita ubah dari budaya dan kultur. Saya bilang kepada anggota kami di sini, dulu begitu saya masuk, ada paradoks yang kurang baik didengar. Sumut, semua urusan pakai uang tunai. Wah, itu jelek sekali,” ujar Irjen Whisnu, Selasa (24/2/2026), di sela-sela konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Polda Sumut.
Selain istilah “Sumut”, lanjut Whisnu, ada pula istilah “Juper”. Seharusnya, Juper diartikan sebagai juru periksa, namun justru dipelesetkan menjadi juru peras.
“Kemudian Juper. Juper itu kan juru periksa, seharusnya. Ini malah diartikan juru peras,” terang Whisnu.
Namun setelah menjabat sebagai Kapolda Sumut, ia berupaya mengubah stigma tersebut. Menurutnya, paradoks seperti itu tidak boleh terus terjadi.
“Saya ubah semua. Tidak boleh ada paradoks seperti itu. Jadi bukan lagi Juper, tetapi penyidik dan penyelidik. Saya ubah mulai dari internal polisi dulu,” ujarnya.
Menurut Whisnu, perubahan di masyarakat harus diawali dari perubahan di tubuh Polri sendiri. Untuk itu, mantan Dirtipideksus Bareskrim Polri tersebut menegaskan kepada seluruh anggotanya agar menjadi pribadi yang baik terlebih dahulu sebelum berharap mendapat kepercayaan masyarakat.
“Makanya saya bilang kepada anggota saya, kamu harus baik dulu, baru bisa mengubah masyarakat. Kepercayaan masyarakat kepada Polri harus dibangun dari internal Polri terlebih dahulu,” katanya.
Irjen Whisnu menambahkan, ia juga telah menyampaikan kepada para pejabat di lingkungan Polda Sumut bahwa perubahan harus dimulai dari pimpinan.
“Kalau seorang pimpinan ingin melakukan perubahan, jangan mulai dari anggota. Ubah dulu pimpinannya, baru kemudian anggotanya,” ujar Whisnu mengakhiri.
BERITA TERPOPULER























