Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kadus Benarkan Penggeledahan Bengkel oleh Pria Berpakaian Preman, Ngaku dari Polda Sumut

Mistar.idSenin, 11 Mei 2026 18.53
journalist-avatar-top
MG
kadus_benarkan_penggeledahan_bengkel_oleh_pria_berpakaian_preman_ngaku_dari_polda_sumut

Kadus I Desa Patumbak I, Supriaman. (foto: matius/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Dusun (Kadus) I Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Supriaman, 56 tahun, membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan sejumlah pria berpakaian preman di bengkel No Limit Racing Team pada 13 April 2026 lalu.

Supriaman mengatakan, para pria tersebut awalnya mendatanginya di rumah dan meminta dirinya untuk mendampingi proses penggeledahan di bengkel yang berada tidak jauh dari kediamannya. Saat itu, mereka mengaku sebagai anggota Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).

“Mereka datang pakai mobil. Orang itu mengaku dari Polda dan mengajak saya ke bengkel tersebut. Setelah sampai di sana, mereka menunjukkan surat tugas dan sprint (surat perintah)-nya. Karena itu saya ikut mendampingi,” ujar Supriaman, Senin (11/5/2026).

Meski ikut mendampingi proses penggeledahan, Supriaman mengaku tidak mengetahui secara pasti kasus apa yang sedang diselidiki oleh para pria tersebut.

“Tidak dijelaskan ke saya. Setelah menunjukkan surat tugas itu, kami izin kepada pegawai bengkel untuk masuk. Di situ ada pegawai bengkel, lalu kami dipersilakan masuk,” katanya.

Ia menjelaskan setelah memasuki bengkel, para pria itu kemudian naik ke lantai dua ruko untuk melakukan penggeledahan. Proses tersebut turut didampingi oleh dirinya dan pegawai bengkel.

“Di atas mereka melakukan penggeledahan. Intinya mereka mencari Pak Suratman,” ucapnya.

Usai melakukan pemeriksaan di lantai dua, para pria yang mengaku anggota polisi itu turun ke lantai satu ruko. Saat itu, menurut Supriaman, mereka kembali menunjukkan surat tugas kepada istri Suratman dan menjelaskan tujuan kedatangan mereka.

Namun, saat ditanya apakah ada barang atau dokumen yang dibawa setelah penggeledahan berlangsung, Supriaman mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. “Sepengetahuan saya enggak ada. Tapi kalau ada yang dibawa tangan, saya kurang tahu karena tidak terlalu memperhatikan,” tuturnya.

Kapolsek Patumbak, Kompol Daulat Simamora, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan kehilangan usai penggeledahan tersebut. Polisi juga telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Benar, laporan sudah kami terima dan kami juga sudah turun ke lokasi. CCTV juga sudah kami cek. Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan,” kata Daulat.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN