Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Tapteng kembali Dihantam Banjir Susulan

Kondisi banjir di depan Gereja HKBP Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng. (foto: feliks/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali dihantam banjir susulan. Bahkan, ketinggian air mencapai satu meter. Banjir terjadi karena tingginya intensitas hujan sejak, Jumat (2/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi ini memicu genangan air hingga merendam beberapa kelurahan dan desa di daerah itu.
Banjir susulan terparah di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Warga melaporkan ketinggian air saat ini sudah mencapai satu meter lebih dan turut membawa sejumlah kayu gelondongan.
Banjir juga telah merendam kembali sejumlah rumah warga dan rumah ibadah yang sebelumnya sudah sempat dibersihkan dari material pasca banjir bandang dan longsor, 25 Nopember 2025 lalu.
Selain permukiman dan rumah ibadah, sejumlah akses jalan penghubung antardesa juga tergenang banjir, sehingga kembali menghambat aktivitas warga.
Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat yang sebelumnya telah berupaya melakukan penanganan darurat pascabanjir. Mereka kembali harus merasakan derita yang berkepanjangan akibat banjir susulan ini.
Pendeta HKBP Resort Tukka, Pdt Paten Sidabutar menyampaikan, ia tidak menyangka banjir susulan akan kembali datang menerjang gereja yang sudah selesai dibersihkan jemaat.
Sebelum banjir susulan datang, dia bersama jemaat masih sempat bergotong royong membersihkan gereja. Namun karena intensitas curah hujan yang tinggi tiba-tiba datang, air deras kembali menerjang gereja HKBP Resort Tukka.
"Hujan terus datang di Hutanabolon. Ini kami tadi mulai pagi potong royong, kami tidak menyangka tembok gereja dirubuhkan air," katanya.
Akibat derasnya air, para jemaat mengangkat dan menindih bangku-bangku yang ada di dalam gereja agar tidak hanyut terbawa derasnya arus banjir susulan. Selain gereja, rumah pendeta yang persis di depan gereja juga mengalami kebanjiran yang sama, ketinggian air mencapai setinggi jendela rumah.
"Yang pasti kami sangat membutuhkan dana besar untuk memperbaiki gereja HKBP Hutababolon Resot Tukka ini semua," ucapnya.
Selain di Kecamatan Tukka, banjir susulan kembali menerjang Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri. Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Tapteng-Tapanuli Selatan ini tergenang air mencapai 50 centimeter.
Terlihat, warga yang bermukim di sepanjang jalan itu kembali harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, namun kendaraan masih dapat melintasi jalan tersebut.
Sementara itu, kondisi hujan lebat di posko pengungsian Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri juga turut berimbas dirasakan sejumlah pengungsi, pasalnya tenda darurat mereka di masuki aliran air. Kondisi ini membuat para pengungsi berpindah tempat ke lokasi tenda darurat yang lebih aman.
Di lokasi berbeda, Sungai Sipan Sihaporas di Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan sempat mengalami peningkatan drastis mencapai tiga meter. Namun kondisi itu tidak sempat membanjiri rumah warga.
Namun, karena arus Sungai Sipan Sihaporas sangat deras membuat warga sempat merasa was-was mengingat daerah ini salah satu wilayah yang terdampak pascabencana banjir parah pada 25 Nopember 2025.
Baca Juga: Bupati Masinton Terbitkan Surat Edaran Tentang Pemanfaatan Sampah Kayu Pascabencana di Tapteng
Dari Kecamatan Barus juga dilaporkan kondisi Sungai Aek Sirahar kembali meluap dan merendam ratusan rumah yang berada di bantaran sungai.
"Tadi warga yang ada di sepanjang sungai sudah kembali mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa dalam banjir susulan ini," ujar Damriaja Marbun, warga Barus.
Hingga berita ini sampai ke meja redaksi, hujan masih mengguyur Kabupaten Tapteng. Belum diketahui ada atau tidak korban jiwa dan berapa jumlah rumah yang rusak kembali.
Akses Padangsidimpuan-Tapteng Sempat Terputus
Sementara itu, akses jalan Kabupaten (Tapteng)-Padangsidimpuan, tepatnya di Kelurahan Muara Nibung berbatasan dengan Kelurahan Hajoran, Kecamatan Pandan sempat terputus akibat longsor, namun sudah diperbaiki menggunakan alat berat.
"Kondisi jalan saat ini sudah kembali lancar. Tadi terputus hanya karena longsoran kecil dan sudah dibersihkan menggunakan alat berat yang sebelumnya sudah ada disekitar lokasi," ujar Abdul, warga Muara Nibung.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa, namun salah seorang anak sempat terjepit di sekitar lokasi kejadian saat mau melintas dan langsung dibawa ke rumah sakit.
BERITA TERPOPULER























