Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Bayi 8 Bulan di Labura Meninggal Dunia

ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan.(Foto: KOMPAS.COM/Pexels)
Medan, MISTAR.ID (7/10/2026) - Seorang bayi berusia 8 bulan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) diduga menjadi korban kekerasan seksual. Bayi tersebut meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit daerah, Sabtu (3/10/2026).
Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irwan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kasus ini diketahui setelah orang tua korban membuat laporan resmi ke Polres Labuhanbatu pada Jumat (2/10/2026).
Awalnya, korban dibawa ke rumah sakit terdekat karena mengalami muntah dan diare, Kamis (1/10/2026). Saat pemeriksaan, dokter menemukan luka pada bagian anus korban yang diduga akibat kekerasan.
"Jadi dari keterangan pihak rumah sakit, ada dugaan kekerasan seksual yang dialami korban, sehingga pengobatan korban tidak bisa mengklaim BPJS," ujar AKP Aswin dalam keterangan tertulis yang diterima Mistar, Rabu (7/10/2026).
Karena tidak dapat menggunakan BPJS, keluarga kemudian merujuk korban ke rumah sakit umum daerah. Korban sempat menjalani perawatan, namun nyawanya tidak tertolong.
AKP Aswin menjelaskan, sehari-hari korban dititipkan di rumah neneknya karena kedua orang tuanya bekerja. Di rumah tersebut terdapat empat orang lainnya, yakni dua perempuan berusia 35 dan 29 tahun, seorang laki-laki berusia 33 tahun yang merupakan bibi dan paman korban, serta seorang anak berusia 8 tahun.
Sementara di rumah orang tuanya, korban tinggal bersama dua kakak kandungnya yang berusia 8 dan 6 tahun.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan kekerasan tersebut dan belum menetapkan tersangka.
"Pihak petugas atau pihak reskrim belum menetapkan tersangka. Jadi ini masih dalam pendalaman, kenapa bisa terjadi seperti itu. Karena lingkungan keluarga," kata Aswin.(hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Edarkan Sabu, Pria di Kualuh Leidong Ditangkap Polisi
















































