Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Banjir Rob Kembali Rendam Medan Utara, Warga Pertanyakan Efektivitas Proyek Miliaran Rupiah

Mistar.idKamis, 18 Juni 2026 13.08
EH
KP
banjir_rob_kembali_rendam_medan_utara_warga_pertanyakan_efektivitas_proyek_miliaran_rupiah

Anak-anak bermain di genangan banjir saat banjior rob menerjang Medan Utara, Kamis (18/6/2026). (Foto: Kamal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Banjir pasang air laut (rob) kembali merendam sejumlah wilayah di Medan Utara selama dua hari hingga Kamis (18/6/2026).

Kondisi ini memicu keluhan warga yang mempertanyakan efektivitas pembangunan sumur pompa dan proyek penanggulangan banjir yang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah namun belum mampu mengatasi genangan.

Genangan rob masih terjadi di sejumlah kawasan di Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Air laut mulai naik pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB dan bertahan hingga sore dengan ketinggian bervariasi di setiap lokasi.

Seorang warga Kelurahan Belawan Bahari bermarga Samosir mengaku kecewa karena banjir rob masih menjadi persoalan rutin meskipun pemerintah telah membangun sejumlah sumur pompa dan proyek pengendalian banjir.

"Kami mempertanyakan manfaat proyek yang menghabiskan miliaran rupiah itu. Sampai sekarang masyarakat masih harus menghadapi banjir rob hampir setiap hari saat pasang tinggi," ujarnya.

Menurut warga, genangan air asin tidak hanya masuk ke permukiman, tetapi juga merendam badan jalan. Kondisi tersebut kerap menyebabkan kendaraan mogok dan mempercepat kerusakan kendaraan akibat korosi.

Selain itu, air laut juga disebut merusak infrastruktur jalan karena aspal terus-menerus terendam air asin.

Sejumlah kawasan yang terdampak cukup parah antara lain Ujung Tanjung di Kelurahan Bagan Deli, Pajak Baru di Kelurahan Belawan Bahagia, Belawan Lama dan Gudang Arang di Kelurahan Belawan I, serta wilayah Sicanang dan Belawan Bahari.

"Tidak hanya permukiman dan jalan, banjir rob juga merendam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Belawan Lama. Genangan bahkan disebut menutupi sebagian batu nisan sehingga kawasan pemakaman tampak tergenang air laut," tuturnya.

Warga mengaku semakin kesulitan ketika banjir rob terjadi pada malam hingga dini hari saat sebagian besar masyarakat sedang beristirahat. Kondisi tersebut membuat warga harus bergegas menyelamatkan barang-barang dari genangan air.

Meski berbagai proyek pengendalian banjir telah dilakukan, warga berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas penanganan rob yang hingga kini masih menjadi persoalan berulang di kawasan pesisir Medan Utara. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN