Spekulasi Suku Bunga The Fed Picu Ketidakpastian Pasar Global, Harga Emas Bisa Tembus Rp2,5 Juta

Ilustrasi, prediksi harga emas, pengamat sebut akan sentuh Rp2,5 juta per gram. (Foto:dokumen/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pelaku pasar keuangan global saat ini tengah dihadapkan pada ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), apakah akan memangkas atau justru mempertahankan suku bunga acuannya pada Desember mendatang. Dinamika spekulasi ini sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS dan pernyataan resmi pejabat The Fed.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai spekulasi pemangkasan bunga acuan belakangan ini didorong oleh data serapan tenaga kerja yang rendah.
"Yang memungkinkan The Fed memangkas bunga acuan untuk mendorong geliat di sektor tenaga kerja. Namun, untuk memastikan The Fed benar-benar akan memangkas bunga acuannya, kita harus menanti rilis data inflasi," kata Gunawan, Selasa (25/11/2025).
Kendati demikian, arah spekulasi ini dapat berubah drastis setelah Parlemen AS menyepakati penutupan government shutdown. Data yang tertunda saat penutupan pemerintahan dipastikan akan mencatat perubahan positif baik pada inflasi maupun penyerapan tenaga kerja. Hal ini kembali memicu spekulasi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan besaran bunga acuannya di akhir tahun.
Gunawan menyoroti dua isu besar yang berpotensi memaksa The Fed mempertahankan suku bunga tingginya (hawkish). Pertama, inflasi yang dalam tren naik di tengah perang dagang AS. Kedua, data ekonomi AS yang akan mendukung sikap hawkish The Fed setelah berakhirnya penutupan sementara pemerintahan AS.
Ia juga menilai wajar jika Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) sebelumnya.
"Wajar jika BI telah memperhitungkan kemungkinan sikap The Fed di bulan Desember mendatang. BI sudah memiliki kalkulasinya sendiri sehingga tidak perlu mengikuti arus pasar yang saat ini tengah berspekulasi terkait potensi pemangkasan bunga acuan Bank Sentral AS," ucapnya.
Saat ini, harga emas yang berada di kisaran 4.100 Dolar AS per ons memberikan indikasi bahwa spekulasi yang berkembang sejauh ini mengarah pada kemungkinan pemangkasan bunga acuan.
Gunawan memproyeksikan harga emas di akhir tahun masih akan berada dalam rentang 4.000–4.250 Dolar AS per ons.
"Ketidakpastian masih terlalu besar dan sulit diproyeksikan. Namun demikian, harga emas tetap berpeluang menguat dan menyentuh level Rp2,5 juta per gram," ujarnya.
Potensi penguatan ini menunjukkan bahwa investor jangka pendek masih berpeluang mendapatkan gain atau untung di tengah keraguan terhadap fundamental ekonomi banyak negara. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















