Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Menguat 0,16% di Tengah Rupiah Melemah dan Penantian Kebijakan The Fed

Mistar.idKamis, 20 November 2025 pukul 19.58 WIB
ihsg_menguat_016_di_tengah_rupiah_melemah_dan_penantian_kebijakan_the_fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat delapan ribu empat ratus sembilan belas pada perdagangan Kamis, (20/11/2025). (Foto: CNBC)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,16 persen di level 8.419 pada perdagangan hari ini, di tengah tekanan dari pelemahan mata uang Rupiah dan sikap wait and see pelaku pasar jelang kebijakan The Fed.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menjelaskan penguatan IHSG didorong oleh membaiknya kinerja bursa saham di Asia. Namun, laju penguatan tersebut terbebani di sesi perdagangan kedua.

"IHSG sempat menyentuh level tertingginya di angka 8.491, namun berbalik dan ditutup menguat di level terendahnya 8.419. Secara keseluruhan IHSG menguat 0,16 persen, dengan topangan kenaikan sejumlah emiten besar seperti BMRI, BREN, SGRO, ASII hingga PTRO," kata Gunawan, Kamis (20/11/2025).

Sementara itu, kinerja mata uang Rupiah kembali ditutup melemah ke level Rp16.725 per Dolar AS. Gunawan menyebutkan pelemahan Rupiah ini terjadi di tengah kenaikan USD Index dan turut berkontribusi terhadap meredanya penguatan IHSG.

Pasar keuangan saat ini sangat rentan karena fokus pelaku pasar yang terpecah jelang kebijakan moneter The Fed.

"Fokus pelaku pasar yang terpecah jelang kebijakan moneter The Fed membuat pelaku pasar lebih memilih wait and see. Pasar keuangan saat ini sangat rentan dipengaruhi oleh sentimen teknikal," ucapnya.

Meskipun demikian, rilis data ekonomi AS sejauh ini masih memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk berspekulasi adanya pemotongan bunga acuan.

Di sisi lain, harga emas dunia kembali melemah di level 4.066 Dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,19 juta per gram.

"Harga emas dunia juga tengah diterpa kekhawatiran akan spekulasi yang berkembang tanpa arah jelas belakangan ini. Emas masih sangat berpotensi untuk bergerak volatile dalam jangka pendek," ujar Gunawan.

Ia memprediksi harga emas akan bergerak sangat dinamis mengikuti perubahan data yang membentuk ekspektasi pasar ke depan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN