Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Superbank Siap Gelar IPO 17 Desember 2025, Ini Sosok Bankir di Baliknya

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 20.27
JS
superbank_siap_gelar_ipo_17_desember_2025_ini_sosok_bankir_di_baliknya

Tigor Siahaan. (foto:merdeka/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

PT Super Bank Indonesia atau Superbank berencana menggelar pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 17 Desember 2025 dengan target dana segar mencapai Rp3,06 triliun.

Seperti dilansir, Selasa (25/11/2025) langkah ini dilakukan empat tahun setelah Superbank yang sebelumnya bernama PT Bank Fama International diakuisisi Grup Emtek pada Desember 2021.

Superbank saat ini dipimpin oleh Tigor Siahaan, bankir kawakan dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri perbankan. Ia dipercaya menjadi Presiden Direktur Superbank sejak Januari 2022, tepat setelah Emtek merampungkan akuisisi Bank Fama International.

Mengutip laman resmi perusahaan, TigoR yang lahir pada 1971 memulai karier perbankannya di Citi Indonesia pada 1995 sebagai Management Associate. Ia kemudian menempati sejumlah posisi strategis, termasuk Country Head for Institutional Clients Group, Head of Corporate & Investment Banking, dan Country Risk Manager.

Ia juga pernah menjabat sebagai Vice President di Institutional Remedial Management Group, Citibank New York, pada 2000–2003. Kariernya berlanjut hingga ia menjadi Chief Country Officer Citibank Indonesia pada 2011–2015, sekaligus menjadi orang Indonesia pertama yang menempati posisi puncak tersebut di bank global asal AS itu.

Setelah meninggalkan Citi, Tigor dipercaya sebagai Presiden Direktur CIMB Niaga pada April 2015 hingga akhir 2021. Pada awal masa jabatannya, CIMB Niaga tengah menghadapi lonjakan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang mencapai 4,1% per Maret 2015, terutama di segmen korporasi.

Di bawah kepemimpinannya, NPL berhasil ditekan hingga 2,79% pada 2019. Meski demikian, angka NPL kembali naik ke 3,5% pada 2021 akibat tekanan pandemi Covid-19. Pada periode yang sama, laba bersih CIMB Niaga berhasil melonjak lebih dari empat kali lipat dari Rp856 miliar (2015) menjadi Rp4,1 triliun (2021).

Menjelang rencana IPO, Superbank diperkuat oleh aliansi strategis antara perusahaan teknologi dan finansial terkemuka. Mayoritas saham Superbank dimiliki PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui PT Elang Media Visitama dengan porsi 31,11%.

Struktur kepemilikan kemudian diperkuat oleh Grab melalui PT Kudo Teknologi Indonesia (19,16%), GXS Bank Pte. Ltd. (12,00%), KakaoBank Corp. asal Korea Selatan (9,95%), dan Singtel Alpha Investments (8,46%).

Keterlibatan Grab memungkinkan integrasi layanan perbankan digital ke dalam aplikasi Grab, menjangkau jutaan pengguna harian. Sementara KakaoBank membawa keahlian sebagai salah satu bank digital tersukses di Korea Selatan. Dukungan Singtel dan GXS Bank ikut memperkuat sisi teknologi dan infrastruktur digital Superbank.

Transformasi besar Superbank dimulai ketika EMTK mengakuisisi Bank Fama pada akhir 2021, kemudian disusul masuknya Grab dan Singtel pada 2022, serta KakaoBank pada 2023. Superbank resmi berganti nama dan memindahkan kantor pusat ke Jakarta pada 2023.

Superbank mencatatkan kinerja keuangan yang meningkat signifikan menjelang rencana IPO. Pada semester I 2025, bank ini berhasil meraih laba bersih sebesar Rp20,1 miliar, berbalik positif dari rugi Rp188 miliar pada periode sama 2024.

Pertumbuhan kredit juga melonjak 123% menjadi Rp8,4 triliun, mencerminkan fondasi bisnis yang semakin kuat. Meski perusahaan menyebut rencana IPO masih sebatas rumor pasar, pertemuan dengan investor pada pertengahan Oktober 2025 menjadi sinyal keseriusan menuju bursa. (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN