31.3 C
New York
Monday, July 15, 2024

Siswa SMK Bisnis Parfum Bersama Wali Kelas, Dayat: Sering Diejek

Medan, MISTAR.ID

Dayat (16), siswa SMK Negeri di kawasan Jalan Sei Kera Medan, berhasil mendapatkan penghasilan tambahan dari berjualan parfum. Remaja ini memulai bisnis di sela-sela kegiatan sekolah.

Anak pertama dari dua bersaudara saat ini tinggal bersama kakak dari ibunya. Sang ibu telah meninggal dunia. Saat ini Dayat duduk di bangku kelas 10.

Menurut Dayat, ia mengawali usaha parfum setelah diajak dan diajari oleh wali kelasnya, M Ali Pasaribu.

“Awalnya aku gak punya modal. Aku diajarin dan dibantu sama wali kelas ku. Bapak itu ngasih produk (parfum) untuk dijual. Kalau ada yang laku uangnya aku belikan parfum lagi. Jadi ada perputaran uangnya sampai akhirnya aku bisa punya stok produk hasil uang ku sendiri,” ujarnya kepada mistar.id belum lama ini.

Siswa jurusan otomotif ini mengaku sering mendapat ejekan dari temannya maupun keluarganya karena berjualan parfum.

Baca juga: Bisnis Properti Masih Memiliki Peluang di Era Generasi Z

“Diejek sama teman di sekolah, maupun di rumah. Sering dibilang, ‘Halah ngapain bisnis-bisnis gak jelas dikerjakan’,” ucap Dayat sembari menirukan pesimis yang ditujukan kepada dirinya.

Namun, hal itu tak membuat semangatnya surut. Tantangan termasuk ketika menghadapi pembeli yang meminta harga murah, menjadi motivasi bagi dirinya.

Kunci sukses, tetap bersemangat, melawan rasa malas, rasa malu dan gengsi yang disarankan gurunya, selalu diingat dan diterapkan Dayat.

Hanya butuh tujuh bulan setelah berjualan parfum, Dayat akhirnya mampu membeli satu unit sepeda motor.

“Biasanya aku dibonceng ke mana-mana sama Pak Ali. Tapi ini aku memberanikan mengambil sepeda motor, walaupun masih mencicil ya. Tapi itu jugalah yang menjadi motivasi ku. Supaya aku bisa membiayai diri sendiri, baik jajan maupun uang sekolah,” tuturnya.

Related Articles

Latest Articles