Siantar Alami Deflasi Sebesar 0,11 Persen Selama November 2025

Penjual bahan pokok di Pasar Dwikora Pematangsiantar (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kota Pematangsiantar mengalami deflasi sebesar 0,11 persen secara month to month selama November 2025. Penurunan indeks harga ini terutama dipicu turunnya harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai merah, tomat dan jeruk.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan deflasi yang terjadi pada November 2025 didorong oleh penurunan pada komoditas volatile food terutama harga cabai merah yang masih normal pasca gangguan pasokan yang terjadi pada pertengahan tahun 2025.
"Meskipun demikian, masih tingginya harga emas dan kenaikan beberapa komoditas volatile food lainnya menahan laju deflasi pada periode laporan," ujarnya kepada Mistar, Selasa (2/12/2025).
Sedangkan komoditas yang memberikan inflasi selama November 2025 adalah tomat 0,12 persen dan jeruk 0,02 persen.
"Meski demikian, sejumlah komoditas masih memberikan andil terhadap inflasi, seperti emas perhiasan 0,08 persen, wortel 0,06 persen dan daging ayam ras 0,05 persen," ucapnya.
Ahmadi mengatakan dalam upaya pengendalian inflasi di Pematangsiantar, BI telah melakukan High level meeting TPID.
"Serta membahas langkah konkrit pemerintah Kota Pematangsiantar dalam pengendalian inflasi menjelang Nataru 2025," katanya.
Diperkirakan, selama Desember 2025, inflasi akan meningkat karena permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru juga ikut meningkat yang mendorong terjadinya peningkatan tekanan inflasi.
Selain itu, rata-rata jumlah kunjungan wisatawan yang cukup tinggi hingga Januari membuat tekanan inflasi diperkirakan masih persisten hingga awal tahun.
"Kondisi curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir juga menyebabkan beberapa lahan pertanian rusak yang berdampak pada jumlah ketersediaan pasokan beberapa waktu ke depan," tuturnya. (hm20)




















