Saham BUMI Melejit! Update Harga Terkini, Kepemilikan Lo Kheng Hong, dan Peluang Dividen

Ilustrasi, Saham BUMI Melejit! Update Harga Terkini, Kepemilikan Lo Kheng Hong, dan Peluang Dividen. (Foto: Tangkapan Layar IDX:BUMI/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi pusat perhatian pada perdagangan Selasa (9/12/2025). Lonjakan harga yang agresif mendorong sentimen positif di tengah tekanan pasar, menjadikan BUMI sebagai salah satu top gainer hari ini.
Kondisi Terkini Saham BUMI
Saham BUMI mencatat kenaikan signifikan pada sesi I dengan lonjakan +7,94% ke level Rp 272 per saham. Kenaikan ini terjadi meski IHSG bergerak di zona tekanan, menandakan minat beli yang cukup besar dari investor.
Secara year-to-date, reli BUMI telah mencapai sekitar +121%, memperlihatkan penguatan berkelanjutan sepanjang tahun. Beberapa analis pasar bahkan memasukkan BUMI sebagai salah satu saham yang layak dikoleksi pada periode ini karena tren pergerakan yang dominan bullish.
Kesimpulan singkat: Sentimen terhadap BUMI sangat kuat hari ini—didukung volume pembelian dan rekomendasi analis.
Apakah Lo Kheng Hong Masih Memiliki Saham BUMI?
Secara historis, Lo Kheng Hong memang pernah mengoleksi saham BUMI dalam jumlah sangat besar. Ia bahkan mengakui pernah memiliki sekitar 1 miliar lembar saham, atau sekitar 2,7% dari total saham beredar pada masa itu.
Namun, hingga saat ini tidak ada data publik terbaru (per 2025) yang menyebutkan bahwa ia masih tercatat sebagai pemegang saham signifikan. Laporan kepemilikan terbaru dari berbagai sumber juga tidak mencantumkan nama Lo Kheng Hong dalam daftar pemegang efek besar BUMI.
Dengan demikian, besar kemungkinan ia sudah tidak lagi memegang saham BUMI, meski kisah investasinya di perusahaan ini tetap menjadi salah satu contoh value investing paling terkenal di Indonesia.
Harga Saham BUMI Hari Ini dan Rentang Pergerakan
Pada sesi I hari ini, harga BUMI berada di Rp 272 per saham.
- Harga pembukaan: Rp 252
- Rentang harian: Rp 250 – Rp 272 (di beberapa platform tercatat mencapai Rp 276)
- Rentang 52 minggu: Rp 70 – Rp 276
Posisi harga yang berada di ujung atas kisaran tahunannya mengindikasikan adanya reli kuat dalam beberapa bulan terakhir.
Apakah BUMI Membagikan Dividen?
Hingga laporan terakhir, tidak ada informasi mengenai distribusi dividen tunai dari BUMI. EPS perusahaan tercatat berada di angka mendekati nol, menandakan bahwa laba bersih belum cukup untuk dibagikan kepada pemegang saham.
Artinya, BUMI kemungkinan besar belum membayar dividen dalam periode terbaru, sehingga saham ini kurang ideal bagi investor yang mengincar pendapatan pasif dari dividen.
Catatan Penting untuk Investor
Reli agresif BUMI memang menarik, namun investor tetap harus mencermati aspek fundamental seperti harga batu bara global, manajemen utang, serta rencana operasional perusahaan.
- Untuk investor jangka menengah–panjang: Kenaikan tajam perlu dievaluasi lebih dalam—apakah masih ada ruang pertumbuhan atau justru mendekati puncak hype.
- Untuk trader: Volatilitas tinggi membuka peluang cuan cepat, tetapi risikonya juga sebanding.
- Untuk hunter dividen: BUMI bukan pilihan ideal dalam jangka pendek.
(berbagaisumber/ai/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Kabupaten Toba Stabil























