Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Prabowo Minta Reformasi Pasar Modal Usai IHSG Ambrol dan Pejabat BEI-OJK Mundur

Mistar.idSenin, 2 Februari 2026 16.02
journalist-avatar-top
prabowo_minta_reformasi_pasar_modal_usai_ihsg_ambrol_dan_pejabat_beiojk_mundur

Presiden Prabowo (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus menyusul mundurnya sejumlah pejabat di lingkungan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu. Pemerintah menilai peristiwa tersebut harus menjadi titik balik untuk melakukan pembenahan menyeluruh di pasar modal nasional.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo meminta agar kejadian tersebut tidak hanya disikapi sebagai krisis jangka pendek, melainkan dimanfaatkan sebagai momentum reformasi regulasi dan tata kelola pasar saham.

“Kita harapkan kejadian kemarin menjadi momentum untuk memperbaiki pasar bursa kita. Regulasi-regulasi akan terus kita benahi sesuai arahan Presiden,” ujar Prasetyo di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Menurut Prasetyo, Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kualitas regulasi pasar modal agar lebih adaptif, transparan, dan mampu membangun kembali kepercayaan investor. Langkah perbaikan juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan agar pengelolaan pasar saham berjalan secara profesional dan akuntabel.

Ia menegaskan, reformasi yang dilakukan pemerintah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola secara menyeluruh. Presiden menginginkan pasar modal Indonesia memiliki standar dan kredibilitas yang setara dengan bursa global.

“Beberapa hal sesuai petunjuk Bapak Presiden kemudian diambil keputusan untuk mereformasi diri dan memperbaiki tata kelola, supaya pasar saham kita lebih terbuka, transparan, dan kredibel. Harapannya, bursa kita memiliki kelas yang sejajar dengan pasar-pasar dunia,” jelas Prasetyo.

Krisis kepercayaan di pasar modal mencuat setelah IHSG ambrol hingga 8 persen pada Jumat (30/1) pagi, yang berujung pada penghentian sementara perdagangan atau trading halt. Peristiwa tersebut mendorong Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, mengundurkan diri dari jabatannya.

Tak lama berselang, gelombang pengunduran diri juga terjadi di OJK. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan mundur, diikuti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek I. B. Aditya.

Beberapa jam kemudian, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara turut menyatakan pengunduran diri, menandai salah satu perombakan terbesar dalam sejarah pengawasan pasar keuangan nasional.

Pemerintah berharap langkah pembenahan yang dilakukan pasca peristiwa tersebut dapat memperkuat fondasi pasar modal Indonesia, sekaligus memulihkan kepercayaan pelaku pasar dan investor dalam jangka panjang.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN