Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Ambruk 4,88 Persen ke Level 7.922, Seluruh Sektor Saham Terkapar

Mistar.idSenin, 2 Februari 2026 pukul 16.42 WIB
ihsg_ambruk_488_persen_ke_level_7922_seluruh_sektor_saham_terkapar

Ilustrasi IHSG ambruk (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan awal pekan ini, Senin (2/2/2026). Tekanan jual sudah terjadi sejak pembukaan perdagangan dan terus berlanjut hingga sesi penutupan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG ambles 406,87 poin atau turun 4,88 persen ke level 7.922,73. Pelemahan ini mencerminkan tekanan luas di pasar saham, dengan seluruh indeks sektoral berada di zona merah.

Sektor barang baku menjadi penekan terbesar setelah merosot 10,74 persen. Penurunan signifikan juga terjadi pada sektor barang konsumer non primer yang melemah 7,67 persen, diikuti sektor energi yang turun 7,66 persen.

Sektor properti dan real estate turut tertekan dengan penurunan 6,27 persen. Sementara itu, sektor transportasi turun 6,18 persen, infrastruktur melemah 6,06 persen, teknologi terkoreksi 6,04 persen, dan sektor perindustrian turun 5,88 persen.

Tekanan jual juga terjadi pada sektor keuangan yang turun 2,33 persen. Sektor barang konsumer primer melemah 1,73 persen, sedangkan sektor kesehatan turun 1,28 persen.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi saham di BEI mencapai 49,64 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 28,34 triliun. Pergerakan saham didominasi pelemahan, dengan 720 saham tercatat turun, hanya 58 saham menguat, dan 36 saham bergerak stagnan.

Di jajaran saham unggulan LQ45, tekanan paling besar dialami oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang anjlok 15 persen ke level Rp 595 per saham. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyusul turun 14,95 persen ke Rp 2.730 per saham, serta PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang melemah 14,87 persen ke Rp 830 per saham.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham LQ45 masih mampu mencatatkan penguatan. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memimpin top gainers setelah naik 6,25 persen ke Rp 8.075 per saham. Disusul PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang menguat 5,45 persen ke Rp 2.030 per saham, serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang naik 5,35 persen ke level Rp 8.375 per saham.

Pelemahan IHSG di awal pekan ini mencerminkan tingginya tekanan jual di pasar saham domestik, seiring sentimen negatif yang membayangi pergerakan investor.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN