Permintaan Ayam di Medan Turun Dipicu Melimpahnya Konsumsi Daging Kurban

Pengamat Ekonomi UISU, Gunawan Benjamin. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pasca perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, gejolak harga sejumlah komoditas bahan pangan pokok di Kota Medan dilaporkan mulai berangsur normal.
Lonjakan ekstrem pada komoditas hortikultura yang sempat terjadi pada H-2 lebaran kurban kini telah mereda secara signifikan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Kota Medan sempat menyentuh rekor tertinggi di angka Rp70.000 per kilogram (kg) pada awal pekan lalu akibat tingginya permintaan.
Namun, tepat pada hari Iduladha hingga pasca-lebaran, harganya langsung terjun bebas dan stabil di kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per kg.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengonfirmasi melandainya harga bumbu dapur tersebut.
Kendati demikian, Gunawan mencatat aktivitas perputaran ekonomi di sejumlah pasar tradisional di Sumatera Utara belum sepenuhnya pulih karena kondisi pasar yang masih terpantau sepi pembeli maupun pedagang.
Gunawan memaparkan, berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, banyak pedagang yang memilih belum membuka lapak jualan mereka, khususnya para pedagang sumber pangan protein.
"Banyak sekali pedagang untuk sumber pangan protein seperti daging sapi, daging ayam, serta ikan segar yang belum membuka lapak dagangannya. Hal ini terjadi karena konsentrasi sumber pangan lauk-pauk masyarakat saat ini masih terpenuhi dari pembagian hewan kurban," kata Gunawan, Kamis (28/5/2026).
Menurut analisisnya, dalam rentang waktu 3 hingga 6 hari ke depan, volume permintaan (demand) untuk komoditas telur ayam, daging ayam, hingga daging sapi segar di pasar tradisional masih akan sangat terbatas dan mengalami penurunan drastis dibandingkan hari-hari normal.
Meski terjadi penurunan permintaan yang cukup tajam dari sisi konsumen, Gunawan menegaskan kondisi tersebut tidak serta-merta langsung meruntuhkan atau menurunkan harga daging di pasaran.
Daging ayam pada Iduladha terpantau stabil di kisaran Rp33.000 per kg, dan daging sapi bertahan kokoh di kisaran Rp140.000 hingga Rp145.000 per kg.
"Untuk hari ini, harga daging di pasar-pasar tradisional memang banyak yang tidak tersedia atau sulit dijadikan acuan karena minimnya jumlah pedagang yang berjualan di pasar," ucapnya.
Menatap pekan depan sekaligus memasuki pekan pertama bulan Juni, Gunawan memproyeksikan tata niaga dan pembentukan harga kebutuhan pokok masyarakat akan sepenuhnya kembali ke sirkulasi normal.
Gunawan belum melihat adanya indikasi atau potensi yang dapat memicu kembali lonjakan harga pangan ekstrem seperti yang terjadi pada fase menjelang Iduladha lalu.
"Semuanya akan kembali normal. Di pekan pertama Juni nanti, kami perkirakan harga pangan masih tidak akan jauh berbeda atau relatif sama dibandingkan dengan harga pada sepekan sebelum perayaan Iduladha. Pasokan dari daerah penghasil juga dipastikan aman," tutur Gunawan.
PREVIOUS ARTICLE
Pemerintah Beri Potongan Harga Tiket Pesawat Selama Liburan























