Pengusaha Ungkap Kunci Ekonomi RI Tembus 6 Persen di 2026

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (foto: bisnis/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) membeberkan sejumlah prasyarat utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menembus angka 6 persen pada 2026. Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani, menilai target tersebut kemungkinan bisa dicapai jika pemerintah fokus pada agenda prioritas yang berdampak langsung ke sektor riil.
Salah satu kunci terpenting, menurut Ajib, adalah menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Ia menekankan kebijakan ekonomi ke depan harus diarahkan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja formal.
“Masalah struktural Indonesia masih berkutat pada pengangguran dan dominasi sektor informal. Karena itu, investasi harus didorong ke sektor yang mampu menyerap tenaga kerja formal secara signifikan,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Selain ketenagakerjaan, Ajib menyoroti pentingnya bauran kebijakan fiskal dan moneter yang lebih solid. Pemerintah dinilai perlu memperkuat kapasitas fiskal negara sekaligus meningkatkan efektivitas dan kualitas belanja.
Baca Juga: Kaleidoskop Ekonomi 2025
Ia juga menekankan efisiensi biaya usaha sebagai agenda struktural mendesak. Hal ini mencakup pemangkasan biaya kepatuhan, penyediaan pembiayaan yang lebih kompetitif, serta pengendalian biaya energi, logistik, dan tenaga kerja.
“Peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia juga harus dipercepat, termasuk penguatan link and match antara dunia usaha, industri, dan lembaga pendidikan,” katanya.
Ajib menegaskan tuntutan kenaikan upah idealnya sejalan dengan peningkatan produktivitas dan daya saing. Pasalnya, persaingan ekonomi tidak hanya terjadi antarwilayah di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global.
Lebih lanjut, ia menilai pemberdayaan UMKM dalam rantai pasok nasional serta kesinambungan partisipasi aktif dunia usaha menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.
“Dengan catatan-catatan tersebut, pertumbuhan ekonomi 6 persen masih memungkinkan. Namun secara realistis, kisaran 5,0 hingga 5,4 persen lebih mudah dicapai,” ucap Ajib.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh hingga 6 persen pada 2026. Ia menilai target tersebut tidak terlalu sulit dicapai karena telah disiapkan berbagai strategi pendukung.
Purbaya mengatakan salah satu strategi utama pemerintah adalah percepatan realisasi anggaran, khususnya dengan mendorong belanja fiskal dilakukan sejak awal tahun guna menggerakkan aktivitas ekonomi lebih cepat.






















