Friday, September 25, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pencurian TBS Sawit Disebut Bisa Raup Rp21 Juta Sebulan, Keselamatan Pekerja Terancam

Mistar.idKamis, 24 September 2026 pukul 15.26 WIB
pencurian_tbs_sawit_disebut_bisa_raup_rp21_juta_sebulan_keselamatan_pekerja_terancam

Ilustrasi pekerja perkebunan sawit. (foto: Artificial Intelligence/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah perkebunan tidak hanya menimbulkan kerugian bagi perusahaan dan petani, tetapi juga mengancam keselamatan pekerja yang melakukan pengamanan di lapangan.

Ketua Serikat Pekerja Perkebunan (SP BUN) PTPN IV, Virman Yuswardi Manik, mengatakan para petugas keamanan (security) dan pekerja lainnya menghadapi risiko kekerasan saat berhadapan dengan pelaku pencurian.

“Kondisi lapangan mengharuskan petugas security dan pekerja lainnya pertaruhkan nyawa, dalam menghadapi pelaku pencurian yang akan melakukan tindakan kekerasan fisik,” ujar Virman, Kamis (24/9/2026).

Menurut Virman, dalam sejumlah penindakan ditemukan barang bukti TBS yang dibawa pelaku mencapai sekitar 160 kilogram dalam sekali angkut. Dengan jumlah tersebut, nilai TBS yang dicuri dapat mencapai ratusan ribu rupiah dalam satu kali aksi.

Ia menilai pencurian TBS bukan lagi sekadar aksi individual, tetapi telah menunjukkan indikasi dilakukan secara terorganisir. Berdasarkan perhitungannya, pelaku pencurian disebut dapat memperoleh hasil hingga Rp21 juta dalam sebulan.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, mengatakan terdapat pola terstruktur dalam aksi pencurian TBS yang melibatkan sejumlah kelompok.

“Tentu para pelaku harus segera ditindak, upaya hukum jangan berhenti pada pelaku lapangan, namun semua harus diusut mulai dari penampung buah sawit dan pihak lain yang menikmati aliran dana ilegal,” ucapnya.

Ancaman serupa juga dirasakan petani kelapa sawit swadaya. Salah seorang perwakilan petani, Sularno, mengaku khawatir kebun miliknya menjadi sasaran pencurian karena kondisi lahan yang sempit dan terbuka.

“Tentu kami merasa khawatir juga, terlebih kebun yang kami miliki lahannya sempit dan terbuka bebas, maka para pelaku pencurian pun dapat dengan mudah menjarah buah sawit yang dimiliki,” katanya.

Ia berharap persoalan pencurian TBS mendapat penanganan serius karena tidak hanya berdampak terhadap hasil perkebunan, tetapi juga menimbulkan risiko bagi pekerja dan petani di lapangan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN