Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pemerintah Percepat Proyek Gas Abadi Masela Senilai Rp339 Triliun

Mistar.idSenin, 16 Maret 2026 08.44
AN
pemerintah_percepat_proyek_gas_abadi_masela_senilai_rp339_triliun

Blok Masela. (Foto: Dokumentasi Reuters)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah mempercepat penyelesaian proyek gas bumi Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, setelah tercapainya kesepakatan investasi megaproyek tersebut senilai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp339 triliun.

Bahlil mengatakan pemerintah serius memastikan proyek Abadi Masela benar-benar berjalan setelah puluhan tahun tertunda.

Hal itu disampaikan Bahlil saat bertemu CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan agar proyek gas raksasa di Laut Arafura segera masuk tahap keputusan investasi akhir dan tidak lagi berlarut-larut.

Menurut Bahlil, proyek Masela memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi baru di Indonesia bagian timur sekaligus menjadi sumber pasokan gas besar bagi industri nasional di masa depan.

Ia juga mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek yang saat ini telah mencapai sekitar 25 persen.

Melihat perkembangan tersebut, Bahlil berharap proyek Abadi Masela dapat segera memasuki tahap front end engineering and design (FEED) pada kuartal kedua atau paling lambat kuartal ketiga tahun ini. Dengan demikian, proses tender engineering, procurement and construction (EPC) dapat dilakukan secara paralel.

“Kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan diulur-ulur lagi. Ini sudah 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi,” ujar Bahlil.

Untuk mempercepat proses tersebut, Bahlil juga menawarkan kepada pihak INPEX agar produksi Lapangan Abadi yang diperkirakan mencapai 9 juta ton per tahun (million tonnes per annum atau MTPA) dapat dibeli oleh Danantara jika hingga akhir April 2026 belum ada pembeli yang serius.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar ada kepastian pasar sekaligus mendukung kebutuhan pasokan gas bagi program hilirisasi nasional.

Menanggapi hal itu, Takayuki Ueda menyampaikan komitmen pihaknya untuk mempercepat realisasi proyek Abadi Masela.

Ia menyebut INPEX memiliki komitmen yang sama dengan pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan proyek tersebut, yang telah dikerjakan selama lebih dari satu dekade.

Dari sisi administratif, kemajuan proyek juga didukung dengan selesainya sejumlah perizinan penting pada awal 2026. Persetujuan lingkungan melalui dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) diterbitkan pada 13 Februari 2026, setelah sebelumnya persetujuan pelepasan kawasan hutan diberikan oleh Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.

Pemerintah menilai dukungan dari berbagai kementerian tersebut menunjukkan sinergi kuat dalam mengawal investasi besar ini agar tetap berjalan sesuai rencana.

Bahlil pun mengingatkan pihak INPEX untuk konsisten memenuhi target yang telah disepakati. Dengan percepatan birokrasi dan komitmen investasi yang besar, pemerintah optimistis proyek Abadi Masela dapat menjadi pusat energi baru di kawasan Laut Arafura. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN