Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pasar Saham di Indonesia Bergejolak, Presiden Prabowo Geram

Mistar.idKamis, 12 Februari 2026 pukul 14.45 WIB
pasar_saham_di_indonesia_bergejolak_presiden_prabowo_geram

Saham. (Foto: Advocate/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sangat geram terhadap gejolak pasar saham yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, tekanan di pasar modal itu bukan hanya merugikan investor ritel domestik, tetapi juga mempertaruhkan martabat Indonesia.

“Jadi, saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan,” ujar Hashim dalam Asean Climate Forum (ACF) 2026 di Jakarta, Rabu (11/2/2026), dilansir dari Kompas.com.

Hashim menilai kemarahan Presiden beralasan karena dinamika pasar saham belakangan ini menimbulkan kekhawatiran luas, termasuk di kalangan investor global.

Sebagai informasi, IHSG sempat mengalami koreksi tajam pada Rabu (28/1/2026) setelah muncul sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga tersebut memutuskan menangguhkan sejumlah perubahan indeks yang melibatkan emiten Indonesia.

Pada hari itu, IHSG merosot 742,58 poin atau 8,27 persen ke level 8.237,64, menjadi titik terendah hari itu. Bursa bahkan sempat mengaktifkan trading halt saat penurunan menyentuh 8 persen. Sebelumnya, IHSG dibuka di 8.393,51 dan sempat menyentuh level tertinggi 8.596,17 sebelum berbalik melemah tajam.

Tekanan berlanjut pada Kamis (29/1/2026). Tak lama setelah pembukaan, BEI kembali melakukan trading halt setelah IHSG jatuh 835,20 poin atau 10,04 persen ke level 7.485,35.

Pada Jumat (30/1/2026), IHSG ditutup menguat di posisi 8.329,60 meski sempat menyentuh level psikologis 7.400. Namun pelemahan kembali terjadi pada Senin (2/2/2026).

Hingga akhir sesi pertama, indeks turun 5,31 persen atau 442,44 poin ke level 7.887,16. IHSG dibuka di 8.306,16 dan sempat menyentuh 8.313,06 sebelum aksi jual menekan hingga 7.858,40.

Menanggapi kondisi tersebut, Hashim menyampaikan peringatan terbuka kepada otoritas pasar modal agar meningkatkan pengawasan.

“Jadi saya tujukan ini kepada Anda, Pak Jeffrey (BEI) dan Anda Pak Hasan (OJK). Pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat, dan saya serius,” tuturnya.

Ia juga menyinggung peristiwa pekan lalu yang menjadi sorotan luas.

“Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” katanya.

Sorotan terhadap pasar modal Indonesia, lanjut Hashim, juga datang dari MSCI yang mempertanyakan aspek transparansi. Ia menyebut lembaga tersebut telah mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia terkait isu tersebut.

“Dan ada alasannya, karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan, Pak. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia,” ujar Hashim.

Ia menekankan bahwa kepercayaan dan kredibilitas merupakan fondasi utama sistem keuangan. Tanpa dua hal itu, pasar tidak akan berjalan sehat.

“Namun, ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita,” ucapnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN