Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
EKONOMI

BEI Rencana Naikkan Free Float Minimum Jadi 15 Persen

Mistar.idKamis, 12 Februari 2026 pukul 14.51 WIB
bei_rencana_naikkan_free_float_minimum_jadi_15_persen

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menaikkan ketentuan batas minimum free float menjadi 15 persen sebagai bagian dari reformasi pasar modal. Kebijakan ini diyakini dapat mengurangi praktik manipulasi harga saham atau yang sering disebut saham gorengan.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan semakin besar porsi saham yang beredar di publik, semakin sulit pihak tertentu mengendalikan atau menggoreng harga saham.

Menurutnya, perbedaan tingkat kesulitan manipulasi akan sangat terasa ketika jumlah saham yang beredar di publik jauh lebih besar. Pasar yang lebih dalam dan transparan dinilai dapat mempersempit ruang gerak pelaku manipulasi.

“Dengan free float yang lebih besar, pasar menjadi lebih dalam dan transparan. Upaya manipulasi tentu akan jauh lebih sulit,” ujarnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).

Selama ini, BEI memantau pergerakan harga saham melalui sistem pengawasan internal. Jika ditemukan pergerakan harga yang tidak wajar, BEI akan menerbitkan peringatan Unusual Market Activity (UMA).

Apabila volatilitas masih berlanjut, BEI dapat melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham tersebut. Langkah ini dilakukan agar investor memiliki waktu untuk memahami informasi yang beredar di pasar.

Dalam hal penindakan, BEI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menangani dugaan manipulasi pasar. Sejumlah pelaku telah dijatuhi sanksi administratif, dan proses penegakan hukum akan terus dilakukan.

Selain pengawasan dan penindakan, BEI juga menekankan pentingnya peningkatan transparansi. Dengan keterbukaan informasi yang lebih baik, peluang terjadinya manipulasi pasar diharapkan dapat semakin ditekan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN