Kunjungan Internasional ke Sumut Meningkat di Tengah Lesunya Tren Penumpang Domestik

Penumpang di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut), Asim Saputra, merilis data terbaru mengenai mobilitas masyarakat melalui jalur udara dan laut sepanjang akhir tahun 2025. Terjadi anomali pergerakan penumpang, di mana arus perjalanan domestik mengalami kelesuan, namun kunjungan luar negeri justru mencatatkan pertumbuhan yang konsisten.
Berdasarkan data melalui Bandara Internasional Kualanamu, jumlah penumpang domestik yang berangkat pada November 2025 sebanyak 171.742 orang, atau turun signifikan sebesar 8,64 persen dibanding bulan sebelumnya.
Secara kumulatif periode Januari hingga November 2025, pergerakan penumpang domestik di Sumut terkoreksi 2,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan serupa juga terlihat pada arus kedatangan domestik yang turun 4,28 persen secara tahunan.
Berbanding terbalik dengan sektor domestik, perjalanan internasional menunjukkan geliat positif. Penumpang tujuan luar negeri hingga November 2025 naik 5,30 persen dibandingkan tahun 2024, mencapai lebih dari satu juta orang.
"Penumpang angkutan udara yang datang dari luar negeri pada bulan November 2025 bahkan naik sebesar 11,00 persen dibanding Oktober 2025. Secara kumulatif, jumlah penumpang dari luar negeri selama Januari hingga November 2025 naik 7,30 persen mencapai 1.103.179 orang," kata Asim, Jumat (9/1/2026).
Kondisi di Pelabuhan Belawan juga mencatatkan fluktuasi yang drastis. Penumpang angkutan laut antar pulau yang berangkat pada November 2025 turun tajam hingga 45,03 persen menjadi 4.462 orang.
"Meskipun arus keberangkatan melandai, jumlah penumpang yang datang secara kumulatif sepanjang tahun 2025 masih mencatatkan kenaikan impresif sebesar 22,04 persen dibandingkan tahun 2024," ucapnya.
Sementara itu, dari sisi logistik dan transportasi barang melalui laut, aktivitas muat barang untuk perdagangan antar pulau menunjukkan performa yang kuat. Secara kumulatif periode Januari hingga November 2025, total barang yang dimuat dari Sumut mencapai 454.190 ton, atau melesat 33,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, aktivitas bongkar barang seperti impor/masuk justru mengalami tekanan. Sepanjang sebelas bulan pertama tahun 2025, volume barang yang dibongkar di pelabuhan turun sebesar 18,83 persen menjadi 4,1 juta ton.
"Penurunan aktivitas bongkar barang ini sejalan dengan rilis data sebelumnya mengenai perlambatan kinerja impor bahan baku di Sumatera Utara," ujarnya.
Pergeseran pola transportasi ini menandakan bahwa meskipun daya beli domestik untuk perjalanan udara sedikit tertahan, daya tarik Sumatera Utara bagi pasar internasional dan kapasitas pengiriman logistik antar pulau masih terjaga dengan baik di tengah tantangan ekonomi 2026.
PREVIOUS ARTICLE
IHSG Mendekati 9.000: Fakta Menarik dan Sorotan Awal Tahun 2026























