Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Jelang Nyepi, Antrean Kendaraan di Gilimanuk Menyusut Drastis

Mistar.idRabu, 18 Maret 2026 17.01
journalist-avatar-top
jelang_nyepi_antrean_kendaraan_di_gilimanuk_menyusut_drastis_

Foto udara kendaraan pemudik memenuhi kantong parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (19/4/2023). (foto: Antara/Mistar)

news_banner

Denpasar, MISTAR.ID

Kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur terurai menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi 2026. Pada Rabu (18/3/2026), panjang antrean yang sebelumnya mencapai lebih dari 20 kilometer kini menyusut menjadi sekitar 3 kilometer.

Perbaikan kondisi lalu lintas ini terjadi setelah PT ASDP Indonesia Ferry mempercepat penanganan antrean kendaraan yang meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, seiring lonjakan mobilitas masyarakat menuju penyeberangan Gilimanuk–Ketapang.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan lonjakan kendaraan dalam waktu bersamaan sempat memberikan tekanan besar terhadap kapasitas layanan.

Sebagai langkah antisipasi, ASDP mengerahkan kapal tambahan, yakni KMP Prima Nusantara milik PT Jembatan Nusantara, untuk memperkuat lintasan Ketapang–Gilimanuk. Kapal tersebut kini telah beroperasi guna meningkatkan kapasitas angkut dan mempercepat proses bongkar muat kendaraan.

Data Posko Gilimanuk mencatat, selama 24 jam pada 17 Maret 2026 (H-4), sebanyak 25.105 unit kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa, naik 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 16.909 unit atau meningkat 7,2 persen.

Total perjalanan kapal tercatat sebanyak 243 trip dengan jumlah penumpang mencapai 74.263 orang. Rinciannya, kendaraan roda empat sebanyak 6.016 unit, truk 1.586 unit, dan bus 594 unit.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4, jumlah penumpang mencapai 383.398 orang atau naik 0,3 persen, sementara total kendaraan tercatat 122.892 unit atau meningkat 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan berbagai pihak dalam mengurai kemacetan. Pemerintah bersama kepolisian dan ASDP terus mengoptimalkan layanan melalui penambahan armada hingga 35 kapal, pengoperasian kapal berkapasitas besar, serta penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) untuk mempercepat arus penyeberangan.

Selain itu, pembatasan operasional kendaraan angkutan barang, khususnya truk bertonase besar, juga dinilai membantu menjaga kelancaran arus kendaraan.

ASDP memastikan pengaturan operasional akan terus dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi di lapangan, sehingga antrean kendaraan dapat ditekan dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN