Kunjungan Mal Naik 20% Jelang Idulfitri 2026, Waspadai Penurunan Usai April

Pengunjung melihat produk yang ditampilkan saat berlangsungnya acara Festival Ramadan Ekstra Seru 2025 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (15/3/2025). (foto: Bisnis/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mencatat peningkatan signifikan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan menjelang Lebaran 2026. Lonjakan ini diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dibandingkan periode normal.
Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, mengatakan kenaikan traffic didorong oleh momentum Ramadan yang berdekatan dengan sejumlah hari besar keagamaan, seperti Nyepi, Jumat Agung, dan Paskah.
Menurutnya, kombinasi hari besar tersebut mendorong mobilitas masyarakat, termasuk kunjungan ke pusat perbelanjaan setelah beribadah. Kondisi ini diperkirakan akan menjaga tingginya jumlah pengunjung hingga April 2026.
“Traffic saat ini sangat baik dan diperkirakan terus meningkat hingga akhir pekan dan mencapai puncaknya dalam waktu dekat,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Seiring meningkatnya kunjungan, pelaku usaha ritel turut menggenjot berbagai program promosi, mulai dari produk makanan dan minuman, fesyen, hingga layanan seperti salon.
Hippindo juga menargetkan program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 mampu mencatatkan transaksi hingga Rp53 triliun sepanjang 6–30 Maret 2026.
Meski demikian, kinerja transaksi secara keseluruhan diperkirakan cenderung stagnan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan pasokan barang impor di tengah lonjakan permintaan yang tinggi.
Budihardjo menilai kondisi ini bukan dipicu oleh faktor geopolitik global, melainkan akibat tingginya kebutuhan dalam waktu bersamaan yang tidak sepenuhnya terantisipasi dalam perencanaan impor sebelumnya.
Di sisi lain, Hippindo juga mengingatkan adanya potensi penurunan jumlah pengunjung setelah periode Lebaran, khususnya pada April 2026. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Hippindo bersama sejumlah kementerian tengah menyiapkan berbagai strategi, termasuk menggelar event yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata belanja, kuliner, dan rekreasi, sekaligus mendorong peningkatan devisa di berbagai daerah seperti Jakarta dan Bali.
PREVIOUS ARTICLE
Cara Cek Tarif Tol Online untuk Mudik Idulfitri 2026











