Saturday, June 6, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Jadwal Lengkap Libur Bursa Efek Indonesia 2025–2026, Investor Wajib Cermat

Mistar.idSelasa, 23 Desember 2025 17.38
JS
jadwal_lengkap_libur_bursa_efek_indonesia_20252026_investor_wajib_cermat

Bursa Efek Indonesia. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memasuki masa jeda di penghujung tahun 2025. Libur Natal, cuti bersama, hingga penutupan bursa akhir tahun membuat ruang transaksi investor semakin terbatas menjelang tutup buku.

Hingga Selasa (23/12/2025), pencarian terkait jadwal libur bursa ramai diperbincangkan. Momentum ini sekaligus menandai berakhirnya kalender perdagangan saham 2025 serta menjadi gambaran awal padatnya hari libur bursa sepanjang 2026.

Berdasarkan jadwal resmi BEI, aktivitas perdagangan saham diliburkan pada Kamis, 25 Desember 2025 dalam rangka peringatan Kelahiran Yesus Kristus. Libur berlanjut pada Jumat, 26 Desember 2025 sebagai cuti bersama Natal.

Selanjutnya, BEI menutup perdagangan pada Rabu, 31 Desember 2025 sebagai libur akhir tahun. Bursa kembali beroperasi pada Kamis, 1 Januari 2026, bertepatan dengan libur Tahun Baru.

Dengan rangkaian libur tersebut, Desember 2025 hanya memiliki 20 hari bursa. Kondisi ini membuat investor perlu lebih cermat mengatur waktu transaksi, baik saham, reksa dana, maupun instrumen investasi lainnya seperti emas.

Kalender Libur Bursa 2026

Memasuki 2026, kalender libur bursa tercatat cukup padat dan tersebar hampir sepanjang tahun. Pada Januari 2026, perdagangan saham diliburkan saat Tahun Baru pada 1 Januari dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada 16 Januari. Total hari bursa bulan ini tercatat sebanyak 20 hari.

Februari 2026 mengalami pengurangan hari bursa akibat libur dan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada 16–17 Februari, sehingga hanya terdapat 18 hari bursa.

Libur paling padat terjadi pada Maret 2026. Peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang berdekatan dengan rangkaian cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah membuat bulan ini hanya memiliki 17 hari bursa.

Pada April 2026, perdagangan saham diliburkan saat peringatan Wafat Yesus Kristus. Meski demikian, total hari bursa masih tercatat 21 hari.

Mei 2026 kembali dipenuhi hari libur, mulai dari Hari Buruh Internasional, Kenaikan Yesus Kristus, cuti bersama, hingga Idul Adha 1447 Hijriah. Dampaknya, jumlah hari bursa menyusut menjadi 16 hari.

Selanjutnya, Juni 2026 memiliki 20 hari bursa dengan libur Hari Lahir Pancasila dan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Juli 2026 relatif lebih longgar karena minim libur nasional, dengan total 23 hari bursa.

Agustus 2026 diwarnai libur Proklamasi Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga jumlah hari bursa menjadi 19 hari. Adapun September dan Oktober 2026 masing-masing mencatat 22 hari bursa.

Pada November 2026, aktivitas perdagangan berjalan relatif normal dengan 21 hari bursa tanpa libur nasional di luar akhir pekan.

Menutup tahun, Desember 2026 kembali diwarnai libur Natal pada 25 Desember, cuti bersama pada 24 Desember, serta penutupan bursa akhir tahun pada 31 Desember. Total hari bursa di bulan tersebut kembali menjadi 20 hari.

BEI menetapkan jadwal libur ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. Selama periode libur bursa, perdagangan saham dan perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana akan mengalami penyesuaian, sementara transaksi emas digital tetap dapat dilakukan.

Investor disarankan mencermati kalender bursa sejak dini agar strategi transaksi saham, reksa dana, maupun emas tetap optimal sepanjang 2026. (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN