IHSG Tembus Level 8.000, Didukung Sentimen Teknikal dan Optimisme Pasar Domestik

Ilustrasi IHSG tembus level 8.000 (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa siang dan berhasil kembali menembus level psikologis 8.000. Hingga pukul 14.45 WIB, IHSG berada di posisi 8.049, naik sekitar 1,6% dibandingkan pembukaan di level 7.888.
Kinerja positif tersebut diiringi aktivitas perdagangan yang cukup solid. Total volume transaksi tercatat mencapai 493 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp 23 triliun, mencerminkan meningkatnya minat beli investor di pasar saham domestik.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan IHSG masih berada dalam tren teknikal yang sehat. Ia menyebut penguatan indeks terjadi setelah IHSG menguji area 38,2% Fibonacci retracement.
“Secara teknikal, peluang penguatan terbuka setelah IHSG menguji level 38,2% Fibonacci retracement, didukung indikator RSI yang sebelumnya sempat berada di area oversold,” ujar Nafan, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, IHSG saat ini memiliki area support di kisaran 7.836 dan 7.701. Sementara itu, level resistance terdekat berada di area 8.054 dan 8.210. Selama indeks mampu bertahan di atas zona support, tren kenaikan masih berpotensi berlanjut.
Dari sisi sentimen domestik, pasar merespons positif langkah koordinasi regulator pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyampaikan sejumlah usulan reformasi pasar kepada MSCI guna meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia.
Selain itu, peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada pertengahan 2026 masih terbuka, dengan catatan laju inflasi tetap berada dalam kisaran yang terkendali.
Sentimen global juga turut menopang pergerakan IHSG, terutama optimisme terhadap kinerja laporan keuangan emiten teknologi berkapitalisasi besar serta penantian rilis data tenaga kerja dari sejumlah negara utama.
“Kombinasi faktor teknikal, sentimen domestik, dan perkembangan global menjadi penopang IHSG untuk tetap bergerak stabil dengan kecenderungan menguat dalam jangka pendek,” tutup Nafan.
BERITA TERPOPULER























