Emas Diprediksi Tembus 5.750 Dolar per Ons Troy Jika Geopolitik Memanas

Ilustrasi emas. (foto: antara/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pergerakan harga emas dunia tahun ini diprediksi akan sangat fluktuatif dan sulit ditebak secara pasti. Meski begitu, instrumen logam mulia tetap dipandang sebagai aset yang memegang kendali utama di tengah ancaman guncangan ekonomi global akibat eskalasi ketegangan geopolitik.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai masih terlalu dini untuk memberikan proyeksi harga emas secara kaku dalam satu tahun ke depan.
Ketidakpastian besar yang bersumber dari gejolak geopolitik disebut sebagai faktor kunci yang dapat memicu kenaikan harga yang tidak terkendali.
"Jika melihat fundamental ekonomi global saat ini, emas sebenarnya memiliki kesempatan untuk menguat terbatas. Dari posisi saat ini di angka 4.914 Dolar AS, potensi lompatan ke level 5.430 Dolar AS per ons troy, menurut saya sudah mencerminkan kondisi fundamental yang ada," ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Meski secara fundamental penguatan emas berada di rentang yang terukur, Gunawan menggarisbawahi variabel konflik global dapat mengubah peta harga dalam waktu singkat. Skenario perang atau perluasan wilayah eskalasi juga akan mendorong harga emas melampaui proyeksi optimis manapun.
"Jika konflik global mulai pecah di tahun ini, maka harga emas berpeluang naik hingga ke level 5.750 Dolar AS dalam waktu dekat. Tapi jika eskalasinya meningkat dan meluas, harga dunia berpeluang naik melebihi proyeksi paling optimis siapapun," ucapnya.
Bagi para investor, beragamnya ekspektasi harga emas saat ini adalah cerminan dari tingginya rasa kekhawatiran terhadap prospek ekonomi yang memburuk. Emas tetap menjadi primadona, karena sifatnya yang tahan terhadap krisis (safe haven).
"Selama investor masih dihantui rasa khawatir akan potensi ekonomi memburuk, maka potensi krisis selalu menyertainya. Emas akan menjadi instrumen yang memegang kendali di saat krisis itu terjadi," ujar Gunawan.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pelaku pasar di Sumatera Utara agar tetap waspada. Meski harga emas terus mencetak rekor baru, volatilitas yang ekstrem juga membuka ruang bagi terjadinya koreksi lanjutan. Oleh karena itu, strategi investasi yang hati-hati sangat disarankan di tengah situasi global yang masih membara.





















