Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Meski Harga Melambung Tingi, Masyarakat Justru Borong Emas dan Gencar Ajukan Pinjaman

Mistar.idSelasa, 3 Februari 2026 19.05
journalist-avatar-top
AA
meski_harga_melambung_tingi_masyarakat_justru_borong_emas_dan_gencar_ajukan_pinjaman

Petugas Pegadaian Medan menawarkan emas kepada calon nasabah yang ingin investasi emas. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Melambungnya harga emas hingga menyentuh level tertinggi tidak menyurutkan minat investasi warga Sumatera Utara (Sumut). Alih-alih melakukan penjualan kembali (buyback) untuk mencairkan keuntungan, masyarakat justru cenderung menambah portofolio kepemilikan emas di tengah fluktuasi harga global.

Kepala Bagian Analisa Bisnis dan Kinerja Pegadaian, Anggara Sulistio, mengatakan fenomena kenaikan harga emas saat ini direspons positif oleh nasabah. Menurutnya, optimisme bahwa harga akan terus naik menjadi alasan utama masyarakat tetap memilih membeli emas.

"Masyarakat merespons kenaikan harga emas saat ini secara positif. Kecenderungan menambah portofolio kepemilikan emas mendominasi dibandingkan transaksi buyback," ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Menanggapi dinamika pasar yang cepat, Pegadaian memastikan tetap kompetitif dalam hal selisih harga jual dan beli (spread). Anggara menyebut selisih tersebut terus disesuaikan dengan dinamika pasar emas dunia.

"Selisih harga jual dan beli selalu berubah sesuai dinamika harga, mungkin berkisar antara Rp15.000 sampai Rp20.000. Kami juga memberikan fasilitas khusus berupa tarif khusus maupun cashback bagi masyarakat yang berkeinginan melakukan investasi emas melalui produk kami," ucapnya.

Sisi menarik lainnya dari kenaikan harga emas adalah dampaknya terhadap produk pembiayaan di Pegadaian. Seiring dengan naiknya harga emas sebagai jaminan, nilai taksiran pinjaman atau Loan to Value (LTV) juga ikut terdongkrak.

Kondisi ini dimanfaatkan nasabah untuk mendapatkan dana segar yang lebih besar tanpa harus menambah jumlah jaminan.

"Kenaikan harga emas tentu saja meningkatkan LTV yang berdampak pada kenaikan pagu uang pinjaman dari transaksi gadai emas, baik transaksi baru maupun eksisting. Sehingga banyak masyarakat melakukan transaksi gadai atau melakukan top up pinjaman bagi nasabah eksisting untuk memenuhi kebutuhannya," kata Anggara.

Fenomena ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi aset pelindung nilai (safe haven) utama bagi warga Medan. Selain sebagai investasi jangka panjang, emas juga berfungsi efektif sebagai instrumen pendanaan cepat melalui layanan gadai di saat kebutuhan modal atau kebutuhan mendesak lainnya meningkat di awal tahun 2026.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN