IHSG Melemah 0,06 Persen, Rupiah Menguat di Tengah Bursa Asia Tertekan

Ilustrasi IHSG anjlok pada penutupan perdagangan, Jumat (28/8/2026). (foto:tangkapan layar ihsg/mistar)
Medan, MISTAR.ID (28/8/2026) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada akhir sesi perdagangan, Jumat (28/8/2026). Namun, nilai tukar rupiah menguat di tengah minimnya tekanan eksternal dan meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan IHSG hari ini ditutup melemah 0,06 persen menjadi 6.518,121.
"Sepanjang transaksi harian, pergerakan indeks berfluktuasi dengan posisi terendah menyentuh 6.495, sementara posisi tertingginya di level 6.566," katanya.
Melemahnya indeks tidak terlepas dari tekanan yang dialami oleh beberapa emiten berkapitalisasi besar. Gunawan menjelaskan saham-saham seperti BUMI, TLKM, ANTM, TINS, dan ISAT menjadi pemberat langkah IHSG pada hari ini.
Gunawan menilai, pelemahan IHSG masih wajar dan terbatas, seirama dengan dinamika koreksi yang sedang membayangi bursa saham di Asia.
Di sisi lain, mata uang rupiah ditutup menguat di Rp17.685 per dolar AS, sebelumnya masih bergerak stabil, yaitu Rp17.670 hingga Rp17.710 sepanjang sesi perdagangan berlangsung.
"Rupiah dipengaruhi minimnya sentimen pasar yang signifikan di tingkat global. Di saat yang bersamaan, kinerja dolar AS juga kehilangan tajinya lantaran tidak mendapatkan topangan yang solid dari rilis data keuangan Amerika Serikat. Momen dolar yang melemah ini berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh rupiah untuk menguat," ucapnya.
Lebih lanjut, stabilitas rupiah belakangan ini dominan ditopang kuatnya fundamental sentimen domestik dan berkurangnya ancaman eksternal.
Eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mereda memberi ruang bernapas bagi aset-aset di negara berkembang.
Dari sisi kebijakan global, arah kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed) masih dianggap penuh teka-teki dan belum bisa ditebak secara pasti. (hm27)






















