Monday, June 15, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Popok Terancam Naik hingga 30 Persen Imbas Lonjakan Bahan Baku

Mistar.idSenin, 27 April 2026 09.04
AN
harga_popok_terancam_naik_hingga_30_persen_imbas_lonjakan_bahan_baku

Ilustrasi popok. (Foto: Istimewa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Harga popok di dalam negeri terancam naik hingga 30 persen akibat lonjakan harga bahan baku yang mencapai hingga 100 persen. Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia.

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia menyebut lonjakan biaya bahan baku tidak hanya berdampak pada harga jual, tetapi juga mengancam keberlangsungan industri popok nasional, termasuk potensi penghentian produksi dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Melansir dari CNNIndonesia, Direktur Komite Diapers APKI, Oto Gunasis, mengatakan ketidakpastian pasokan bahan baku dalam satu hingga dua bulan ke depan dapat mengganggu ketersediaan popok di pasar secara serius.

“Perubahan harga bahan baku yang sangat cepat membuat perhitungan biaya produksi menjadi tidak stabil. Industri perlu melakukan penyesuaian secara realistis dan terukur agar tidak mengalami tekanan yang lebih dalam,” ujar Oto, dikutip Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan krisis bahan baku dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut menyebabkan harga komponen petrokimia seperti nafta dan polypropylene ikut melonjak.

Selain harga yang meningkat, pasokan bahan baku juga semakin terbatas. Situasi ini mendorong produsen menaikkan harga popok di kisaran 20 hingga 30 persen.

Meski demikian, APKI menilai kenaikan harga belum cukup untuk menjaga stabilitas industri jika pasokan bahan baku tidak segera membaik.

APKI pun mendesak pemerintah untuk mempercepat respons, khususnya dalam mempermudah perizinan dan memperlancar impor bahan baku guna mencegah hambatan distribusi.

Tanpa langkah konkret dalam waktu dekat, APKI memperingatkan risiko penghentian operasional pabrik hingga gelombang PHK dapat terjadi di sektor tersebut. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN