Harga Plastik Nasional Naik hingga 100 Persen, Siantar Masih Stabil tapi Waspada

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbet Aruan. (foto:dokumen/ mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kenaikan harga plastik secara nasional mulai terjadi akibat terbatasnya pasokan bahan baku di tingkat produsen. Kondisi ini dipicu oleh gangguan distribusi dan keterbatasan suplai resin plastik yang menjadi komponen utama dalam industri tersebut.
Sejumlah pelaku usaha di berbagai daerah mengeluhkan lonjakan harga yang mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, kenaikan tersebut dikhawatirkan berdampak pada sektor industri kecil dan menengah yang bergantung pada bahan plastik, termasuk pelaku usaha kemasan dan rumah tangga.
Namun demikian, kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan di Kota Pematangsiantar. Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar menyebutkan hingga saat ini belum ditemukan adanya gejolak harga plastik di pasaran.
"Sejauh ini kami belum melihat adanya kenaikan harga yang signifikan di tingkat pedagang maupun distributor di Siantar. Stok juga masih relatif aman," ujar Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbet Aruan, Selasa (14/4/2026).
Pihaknya mengaku terus melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari kenaikan harga di tingkat nasional tersebut. Disperindag juga mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang justru dapat memicu kenaikan harga di daerah.
"Ini akan menjadi atensi kita dan melihat situasi. Artinya, kita pantau terus perkembangan soal harga plastik ini," ucapnya.
Diketahui, harga plastik dilaporkan naik drastis secara nasional di Indonesia, berkisar 40 persen hingga 100 persen per April 2026. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya harga energi global serta bahan baku plastik yang masih didominasi impor.
Meski kondisi di Pematangsiantar masih terbilang stabil, Disperindag tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga dalam waktu mendatang apabila keterbatasan bahan baku terus berlanjut di tingkat nasional.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (7/4/2026), kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh jenis bahan plastik, mulai dari plastik kemasan hingga wadah sekali pakai (styrofoam). Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada jenis plastik PP, PE, dan HD yang melonjak hingga lebih dari 70 persen.
Untuk harga plastik PP, PE, dan HD mengalami kenaikan menjadi Rp52.000 dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram. Plastik asoi menjadi Rp40.000 dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram, styrofoam menjadi Rp44.000 dari sebelumnya Rp33.000 per bal, dan cup minuman menjadi Rp13.000 dari sebelumnya Rp9.000 per rol.
Kenaikan harga ini menjadi beban berat bagi para pelaku usaha kuliner dan pedagang eceran yang sangat bergantung pada kemasan plastik. Salah seorang pembeli yang juga merupakan pelaku UMKM mengeluhkan kondisi ini karena berdampak langsung pada margin keuntungan.
"Karena plastik ini kebutuhan pokok untuk jualan. Kalau harga plastik naik setinggi ini, otomatis biaya dagang jadi bengkak. Mau menaikkan harga makanan ke pembeli juga susah," tutur Sari, salah satu pembeli. mengeluh. (hm27)
























