Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar AS

Mistar.idSenin, 2 Februari 2026 pukul 11.10 WIB
harga_emas_turun_tertekan_penguatan_dolar_as

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Harga emas melanjutkan penurunan pada perdagangan Senin (2/2/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) seiring investor mencermati potensi arah kebijakan suku bunga di bawah kepemimpinan Ketua Federal Reserve (The Fed) pilihan Presiden AS Donald Trump, Kevin Warsh.

Pada pukul 08.30 WIB, harga emas spot tercatat turun 1,5 persen menjadi US$4.793,97 per ons troi, setelah sempat menyentuh level terendah lebih dari sepekan pada akhir pekan lalu. Sebelumnya, harga emas batangan mencetak rekor tertinggi di level US$5.594,82 per ons troi pada Kamis (29/1/2026).

Sementara itu, sebagaimana diberitakan Kontan.co, harga perak spot justru mengalami penguatan. Harga perak naik 1,6 persen menjadi US$85,98 per ons troi, pulih dari level terendah lebih dari tiga pekan yang tercapai pada Jumat (30/1/2026). Harga perak sebelumnya mencetak rekor tertinggi di US$121,64 per ons troi pada Kamis (29/1/2026).

Penguatan dolar AS terjadi di tengah penilaian investor terhadap arah kebijakan Federal Reserve di bawah kepemimpinan Kevin Warsh, yang dikenal memiliki preferensi terhadap neraca bank sentral yang lebih kecil. Dolar AS yang lebih kuat membuat harga emas dalam denominasi dolar menjadi kurang terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Warsh dinilai memenuhi sejumlah kriteria Presiden Donald Trump untuk memimpin The Fed, termasuk kedekatan politik dan sosial dengan presiden serta koneksi kuat dengan Wall Street. Namun, pasar masih menanti kepastian mengenai seberapa cepat dan agresif Warsh akan memangkas suku bunga serta mendorong perubahan kebijakan di bank sentral AS.

Data ekonomi AS yang dirilis pada Jumat menunjukkan harga produsen meningkat paling tinggi dalam lima bulan terakhir pada Desember, dipengaruhi oleh dampak tarif impor. Kondisi tersebut mengindikasikan potensi kenaikan inflasi dalam beberapa bulan ke depan dan membuka peluang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil dalam jangka pendek.

Meski demikian, investor masih memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN