Friday, July 10, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Emas Antam Naik Rp35 Ribu, Tembus Rp2,8 Juta per Gram

Mistar.idKamis, 21 Mei 2026 pukul 11.31 WIB
harga_emas_antam_naik_rp35_ribu_tembus_rp28_juta_per_gram

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam mengalami kenaikan pada Kamis (21/5/2026). Berdasarkan data di laman Logam Mulia, harga emas hari ini naik Rp35.000 per gram menjadi Rp2.800.000 per gram.

Kenaikan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya harga emas Antam berada di level Rp2.765.000 per gram. Sementara pada Rabu (20/5/2026), harga emas sempat turun Rp24.000 dari posisi sebelumnya Rp2.789.000 per gram.

Melansir Tempo, sepanjang 2026, harga emas Antam tercatat pernah menyentuh level tertinggi Rp2.859.000 per gram pada 12 Mei 2026. Sedangkan rekor harga tertinggi sepanjang masa terjadi pada 29 Januari 2025, yakni Rp3.168.000 per gram.

Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas batangan Antam juga naik Rp35.000 menjadi Rp2.604.000 per gram.

Kenaikan harga emas turut dipengaruhi pergerakan harga emas dunia. Mengutip Trading Economics, harga emas global pada Kamis tercatat berada di level US$4.500 per ons, setelah naik lebih dari 1 persen pada sesi perdagangan sebelumnya.

Penguatan harga emas dunia didorong meningkatnya optimisme terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut dinilai dapat membantu meredakan tekanan inflasi global dan mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan negaranya berada pada tahap akhir negosiasi dengan Iran. Pernyataan itu memunculkan harapan Selat Hormuz dapat kembali dibuka sehingga memperlancar jalur pengiriman minyak dunia.

Prospek pemulihan distribusi energi global memicu penurunan harga minyak dan membantu menekan kekhawatiran inflasi di pasar internasional.

Di sisi lain, notulen rapat kebijakan terbaru Federal Reserve menunjukkan sebagian besar pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap berada di atas target 2 persen.

Investor saat ini masih menunggu arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, apakah akan kembali menaikkan suku bunga atau mempertahankan tingkat bunga hingga akhir tahun. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN