Thursday, June 25, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Emas Anjlok, Pegadaian Catat Animo Masyarakat Terhadap Investasi Safe Haven Tidak Menurun

Mistar.idKamis, 25 Juni 2026 pukul 13.55 WIB
harga_emas_anjlok_pegadaian_catat_animo_masyarakat_terhadap_investasi_safe_haven_tidak_menurun

Masyarakat membeli mas Antam. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Tren penurunan harga emas beberapa waktu belakangan, tidak membuat animo masyarakat terhadap investasi safe haven tersebut menurun.

PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) I Medan, menyebut kondisi pasar justru membuat aktivitas investor yang melakukan pembelian emas untuk investasi menjadi dinamis karena memiliki strategi yang berbeda.

Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Kanwil Medan, Anggi Randy S, mengatakan ada masyarakat yang memanfaatkan turunnya harga emas sebagai momentum menambah investasi emas (buy on correction).

Hal tersebut dinilai berdasarkan prospek investasi emas yang cukup baik jika dilakukan dalam jangka panjang. "Tapi ada juga nasabah yang justru buyback sesuai kebutuhan atau sebelumnya membeli harga yang lebih rendah. Sehingga mereka masih mendapatkan keuntungan," ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Melihat situasi tersebut, Pegadaian menekankan ini merupakan penyesuaian strategi setiap nasabah berdasarkan tujuan finansial masing-masing. Bukan termasuk ke dalam penurunan minat investasi masyarakat secara menyeluruh.

"Masyarakat akan tetap melihat emas sebagai instrumen investasi yang safe haven, selain itu kami juga melakukan edukasi bahwa investasi emas dasarnya adalah investasi jangka menengah hingga panjang. Sehingga, gejolak harga yang terjadi dalam jangka pendek hanya merupakan dinamika pasar," ucapnya.

Namun, Anggi tak menampik adanya koreksi harga emas jika dibandingkan dengan periode beberapa waktu lalu. Menurutnya, situasi ini dipengaruhi oleh makroekonomi internasional.

"Memang ada koreksi, tapi pergerakan harga masih wajar karena pengaruh beberapa faktor, terutama ekonomi global, nilai tukar, dan dinamika emas dunia," ujarnya.

Terkait data volume penjualan atau buyback secara spesifik di Sumatera Utara, Anggi menyatakan masih dilakukan rekapitulasi internal.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN