Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga dari Pengepul Terlalu Murah, Petani Cabai Deli Serdang Pilih Jual Langsung ke Warga

Mistar.idKamis, 5 Maret 2026 pukul 18.57 WIB
harga_dari_pengepul_terlalu_murah_petani_cabai_deli_serdang_pilih_jual_langsung_ke_warga

Cabai milik petani yang dijual langsung kepada masyarakat tanpa melalui pengepul. (foto:sembiring/mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Sejumlah petani cabai merah di Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, memilih menjual hasil panen mereka langsung kepada masyarakat.

Langkah tersebut diambil karena harga beli dari pengepul dinilai terlalu rendah dan tidak menutup biaya produksi.

Pantauan di lapangan, beberapa petani membuka lapak dadakan di pinggir jalan untuk menawarkan cabai merah hasil panen mereka kepada pembeli.

Wandi, salah seorang petani cabai merah, Kamis (5/3/2026), mengatakan harga cabai merah yang ditawarkan pengepul hanya Rp15.000 per kilogram. Sementara jika dijual langsung kepada masyarakat, harga bisa mencapai Rp20.000 per kilogram.

“Terpaksa harus seperti ini kita lakukan. Sebab jika dijual kepada pengepul, harga cabai merah kita dihargai Rp15.000 per kilogram. Namun jika dijual langsung ke masyarakat bisa Rp20.000 per kilogram,” ujarnya.

Menurut para petani, selisih harga Rp5.000 per kilogram sangat berarti untuk menutup biaya produksi yang terus meningkat, mulai dari pembelian bibit, pupuk, hingga perawatan tanaman.

Waluyo, petani lainnya, mengaku harga Rp15.000 per kilogram tidak cukup untuk mengembalikan modal tanam.

“Jika dijual Rp15.000 per kilogram dipastikan modal tidak kembali dan rugi. Karena menanam cabai dengan harga jual di atas Rp20.000 per kilogram barulah dapat keuntungan, itu pun sedikit. Artinya balik modal sedikit,” ungkapnya.

Dengan menjual langsung kepada konsumen, para petani mengaku sedikit lebih lega karena memperoleh harga yang lebih layak. Selain itu, permintaan cabai merah di tingkat masyarakat dinilai masih cukup tinggi.

“Peminat yang membutuhkan cabai merah itu banyak. Jadi tidak usah takut tidak laku,” kata Rifin, petani lainnya.

Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah terkait stabilitas harga hasil pertanian agar petani tidak terus berada pada posisi yang dirugikan saat harga jual di tingkat pengepul rendah. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN