Friday, July 3, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Bumbu Dapur di Medan Berfluktuasi

Mistar.idMinggu, 17 Mei 2026 pukul 11.51 WIB
harga_bumbu_dapur_di_medan_berfluktuasi

Pedagang bahan pokok di Pasar Kampung Lalang Kota Medan. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Harga sejumlah komoditas bumbu dapur utama di beberapa pasar tradisional Kota Medan menunjukkan pergerakan fluktuatif, Minggu (17/5/2026).

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, tren harga di tingkat pedagang mengalami penyesuaian yang berbeda antara satu pasar dengan pasar lainnya akibat pasokan barang.

Di Pasar Petisah, harga komoditas bawang merah dan cabai rawit terpantau kompak merangkak naik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Harga bawang merah naik ke angka Rp40.000 per kg dari sebelumnya Rp39.000 per kg, sementara cabai rawit melonjak menjadi Rp33.000 per kg dari harga sebelumnya Rp30.000 per kg.

"Bawang merah dan cabai rawit naik lagi hari ini. Bawang merah sekarang saya jual Rp40.000 dan cabai rawit naik menjadi Rp33.000 per kilogram. Kalau bawang putih harganya masih stabil di Rp30.000, sedangkan cabai merah justru turun dari Rp34.000 menjadi Rp32.000 per kilo," kata Laila, salah seorang pedagang di Pasar Petisah.

Kondisi sebaliknya terjadi di Pasar Kampung Lalang. Di pasar ini, mayoritas harga komoditas pangan justru mengalami penurunan yang cukup signifikan, kecuali harga cabai merah yang bertahan di posisi stabil.

Pedagang sayur di Pasar Kampung Lalang, Anju, mengungkapkan harga bawang merah di lapaknya mengalami penurunan dari Rp43.000 per kg menjadi Rp41.000 per kg.

Selain itu, harga bawang putih juga terkoreksi menjadi Rp30.000 per kg dari sebelumnya Rp33.000 per kg, disusul cabai rawit yang turun ke level Rp27.000 per kg dari harga sebelumnya Rp29.000 per kg.

"Hari ini banyak yang turun harganya di lapak saya. Bawang merah sekarang turun jadi Rp41.000 dan bawang putih turun ke angka Rp30.000 per kilogram. Cabai rawit juga turun dua ribu menjadi Rp27.000, sementara hanya cabai merah saja yang harganya stabil di Rp35.000 per kilogram," ucap Anju saat ditemui di sela-sela aktivitas berdagangnya.

Perbedaan tren harga antara kedua pasar besar di Medan ini diduga terjadi akibat perbedaan waktu masuknya pasokan dari daerah sentra produksi serta volume stok yang dimiliki oleh masing-masing pedagang. Masyarakat diimbau untuk lebih jeli membandingkan harga guna menghemat pengeluaran belanja harian. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN