Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 10 Bulan, Turun 11 Persen Sepanjang Januari

Mistar.idSenin, 2 Februari 2026 18.05
journalist-avatar-top
harga_bitcoin_anjlok_ke_level_terendah_10_bulan_turun_11_persen_sepanjang_januari

Ilustrasi Bitcoin (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Harga Bitcoin kembali melemah dan menyentuh level terendah dalam sepuluh bulan terakhir. Pada perdagangan Senin (2/2/2026), mata uang kripto terbesar di dunia itu turun 2,5 persen ke posisi USD 74.541.

Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun lalu. Tekanan jual yang berlanjut membuat sentimen pasar kripto semakin rapuh di awal 2026.

Berdasarkan laporan Bloomberg, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 11 persen sepanjang Januari 2026. Capaian tersebut menjadi penurunan bulanan terbesar sejak 2018, atau setahun setelah lonjakan besar pasar kripto pada 2017.

Salah satu pendiri Orbit Markets, Caroline Mauron, menilai pelemahan tajam ini berdampak langsung pada kepercayaan investor jangka panjang.

“Ini merupakan penurunan terbesar sejak puncak tahun 2021 di sekitar USD 70.000 dan berpotensi merusak keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang Bitcoin,” ujarnya.

Pada tahun lalu, harga Bitcoin sempat melonjak tajam hingga menembus USD 126.000, didorong oleh kebijakan Gedung Putih yang dinilai lebih ramah terhadap aset kripto. Namun reli tersebut tidak bertahan lama. Aksi ambil untung besar-besaran kemudian terjadi dan mendorong harga Bitcoin terkoreksi sekitar 40 persen dari puncaknya.

Tekanan di pasar kripto juga tercermin dari arus dana keluar yang signifikan. Dalam 24 jam terakhir, tercatat outflow sebesar USD 590 juta dari pasar kripto global, berdasarkan data Coinglass.

Pelemahan pasar kripto turut dipengaruhi dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat. Sentimen negatif menguat setelah Presiden Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru, menggantikan Jerome Powell.

Warsh, yang pernah menjabat sebagai pejabat tinggi The Fed, dinilai berpotensi membawa kebijakan yang mempengaruhi likuiditas global. Di sisi lain, pendekatan kebijakannya diperkirakan dapat memperkuat dolar AS terhadap mata uang lainnya, sehingga menambah tekanan bagi aset berisiko seperti kripto.

Analis menilai volatilitas Bitcoin masih akan berlanjut seiring ketidakpastian kebijakan moneter global dan perubahan arah likuiditas di pasar keuangan internasional.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN