Harga Bahan Pokok di Pasar Pangururan Samosir Stabil, Cabai dan Bawang Merah Turun

Situasi aktivitas perdagangan di Pasar Pangururan, Rabu (17/6/2026). (Foto: Istimewa/Mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Harga mayoritas bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan, Kabupaten Samosir, terpantau stabil sepanjang 2 minggu di bulan Juni 2026. Berdasarkan pemantauan harga pada 3 Juni, 10 Juni, dan 17 Juni 2026, hanya beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga.
Data menunjukkan penurunan harga terjadi pada bawang merah lokal, cabai rawit hijau, cabai merah keriting, dan daging ayam broiler. Sebaliknya, minyak goreng Minyakita mengalami kenaikan harga pada pertengahan Juni.
Bawang merah lokal tercatat turun bertahap dari Rp40.000 per kilogram pada 3 Juni menjadi Rp38.000 per kilogram pada 10 Juni, lalu kembali turun menjadi Rp35.000 per kilogram pada 17 Juni 2026. Dengan demikian, total penurunan mencapai Rp5.000 per kilogram selama periode tersebut.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Pangururan Fluktuatif Mei 2026, Cabai dan Ikan Kembung Naik Signifikan
Cabai rawit hijau juga mengalami penurunan cukup signifikan. Harga komoditas ini bertahan di angka Rp30.000 per kilogram pada 3 dan 10 Juni, kemudian turun menjadi Rp25.000 per kilogram pada 17 Juni 2026 atau berkurang Rp5.000 per kilogram.
Hal serupa terjadi pada cabai merah keriting. Harga tercatat Rp32.000 per kilogram pada 3 Juni dan 10 Juni, kemudian turun menjadi Rp30.000 per kilogram pada 17 Juni 2026 atau turun Rp2.000 per kilogram.
Daging ayam broiler turut mengalami penurunan harga. Dari Rp43.000 per kilogram pada 3 Juni, turun menjadi Rp42.000 per kilogram pada 10 Juni dan kembali turun menjadi Rp40.000 per kilogram pada 17 Juni 2026. Total penurunan mencapai Rp3.000 per kilogram.
Sementara itu, harga Minyakita mengalami kenaikan. Pada 3 Juni dan 10 Juni 2026 harga tercatat Rp15.700 per liter, kemudian naik menjadi Rp16.000 per liter pada 17 Juni 2026 atau meningkat Rp300 per liter.
Selain komoditas yang mengalami perubahan, sebagian besar bahan pokok lainnya terpantau stabil selama tiga kali pemantauan harga.
Komoditas yang harganya tetap antara lain udang basah medium Rp110.000 per kilogram, tepung terigu protein sedang Rp15.000 per kilogram, tepung terigu protein rendah Rp10.000 per kilogram, tempe Rp15.000 per kilogram, telur ayam kampung Rp60.000 per kilogram, susu kental manis merek Tiga Sapi Rp13.000 per kilogram, susu bubuk Dancow Rp48.000 per kilogram, dan susu bubuk Balita SGM 1+ Rp45.000 per kilogram.
Harga pisang barangan juga tetap Rp12.000 per kilogram, minyak goreng premium Rp25.000 per kilogram, jeruk lokal medium Rp20.000 per kilogram, jagung pipilan kering Rp8.000 per kilogram, Indomie kari ayam Rp3.500 per bungkus, ikan tongkol Rp50.000 per kilogram, ikan teri peto Rp90.000 per kilogram, ikan kembung Rp55.000 per kilogram, ikan dencis Rp40.000 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, garam beryodium halus Rp16.000 per kilogram, daging sapi murni Rp160.000 per kilogram, serta daging ayam kampung Rp90.000 per kilogram.
Tomat juga relatif stabil. Harga komoditas ini tercatat Rp17.000 per kilogram pada 3 Juni, kemudian turun menjadi Rp15.000 per kilogram pada 10 Juni dan bertahan hingga 17 Juni 2026.
Sementara itu, bawang putih mengalami kenaikan harga. Dari Rp35.000 per kilogram pada 3 Juni menjadi Rp42.000 per kilogram pada 10 Juni dan tetap di angka yang sama hingga 17 Juni 2026.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Samosir, Elman Silalahi, mengatakan kondisi harga bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan secara umum masih terkendali meski terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas.
Menurutnya, perubahan harga yang terjadi masih dalam batas wajar dan dipengaruhi oleh kondisi pasokan serta permintaan pasar. Ketersediaan bahan pokok di tingkat pedagang maupun distributor juga masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil. Ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan dan ada yang naik, namun tidak terlalu signifikan. Stok kebutuhan masyarakat hingga saat ini masih aman,” ujar Elman, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan penurunan harga cabai dan bawang merah dipengaruhi meningkatnya pasokan dari daerah pemasok. Sementara kenaikan harga Minyakita terjadi akibat penyesuaian harga di tingkat distributor.
Elman menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala untuk mengantisipasi gejolak pasar.
Selain itu, koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha juga terus dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Samosir, katanya. (Pangihutan Sinaga)
PREVIOUS ARTICLE
IHSG Dibuka Menguat, Kembali ke Level 6.300BERITA TERPOPULER

Portugal vs RD Kongo: Misi Cristiano Ronaldo Dimulai, Selecao Siap Tebar Ancaman di Piala Dunia 2026


Mbappe Pecahkan Rekor Bersejarah! Prancis Tundukkan Senegal 3-1 dalam Laga Dramatis Piala Dunia 2026





















