Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Bahan Pokok di Pasar Pangururan Fluktuatif, Tomat dan Bawang Merah Naik

Mistar.idRabu, 6 Mei 2026 pukul 14.33 WIB
harga_bahan_pokok_di_pasar_pangururan_fluktuatif_tomat_dan_bawang_merah_naik

Aktivitas jual beli di Pasar Pangururan, Rabu (6/5/2026). (Foto: Pangihutan/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Perkembangan harga bahan pokok di Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, dalam periode 29 April hingga 6 Mei 2026 menunjukkan fluktuasi pada sejumlah komoditas. Kenaikan terjadi pada beberapa bahan pangan, sementara sebagian lainnya mengalami penurunan, dan mayoritas tercatat stabil.

Berdasarkan data perbandingan, komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain tomat dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, bawang merah lokal dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, gula pasir dari Rp17.500 menjadi Rp19.000 per kilogram, beras premium dari Rp15.400 menjadi Rp16.000 per kilogram, serta beras medium dari Rp14.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.

Selain itu, jagung pipilan kering naik dari Rp5.800 menjadi Rp8.000 per kilogram, dan minyak goreng Minyakita dari Rp15.700 menjadi Rp16.000 per liter.

Sementara itu, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, di antaranya telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp27.733 per kilogram, daging ayam broiler dari Rp45.000 menjadi Rp44.000 per kilogram, cabai rawit hijau dari Rp57.000 menjadi Rp20.000 per kilogram, serta cabai merah keriting dari Rp55.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat stabil, seperti udang basah Rp110.000 per kilogram, tepung terigu protein sedang Rp15.000 per kilogram, tempe Rp15.000 per kilogram, telur ayam kampung Rp57.500 per kilogram, tahu mentah Rp10.000 per kilogram, minyak goreng premium Rp24.000 per liter, serta berbagai jenis ikan dan kebutuhan pokok lainnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Elman Silalahi, menyebut fluktuasi harga masih dalam batas wajar dan dipengaruhi kondisi pasokan.

“Kenaikan pada komoditas hortikultura seperti tomat dan bawang merah lokal umumnya disebabkan oleh faktor cuaca dan distribusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemantauan harga dilakukan secara rutin untuk menjaga stabilitas pasar dan memastikan distribusi tetap lancar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Ferdinand Sitanggang, memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayah tersebut masih aman.

Menurutnya, penurunan harga pada komoditas seperti cabai dan telur ayam ras menjadi indikator membaiknya pasokan di tingkat distributor dan petani.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak serta tidak melakukan pembelian berlebihan, sembari terus melakukan pengawasan guna mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar di pasaran. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN