Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Modal Asing Kabur dari Indonesia, BI dan Kemenkeu Sepakat Perkuat Koordinasi

Mistar.idRabu, 6 Mei 2026 pukul 14.04 WIB
modal_asing_kabur_dari_indonesia_bi_dan_kemenkeu_sepakat_perkuat_koordinasi

Bank Indonesia. (Foto: Liputan6)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian serius terhadap fenomena arus modal keluar (capital outflow) dari Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menghadiri rapat bersama Presiden dan anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) di Istana Negara, Selasa (5/5/2026) malam.

Airlangga menjelaskan, dalam pertemuan itu dibahas sejumlah faktor yang memicu keluarnya dana dari pasar domestik.

Ia menyebut, tekanan berasal dari pergerakan di pasar modal dan Surat Berharga Negara (SBN), meskipun dampaknya telah diredam melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Dan kemudian tentu beberapa hal yang menjadi perhatian tentu terkait dengan Bapak Presiden melihat terkait dengan capital outflow. Dan capital outflow tadi didalami bahwa disebabkan oleh satu oleh pasar modal, kedua SBN, dan ketiga dinetralisasi oleh SRBI," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan telah ada kesepakatan antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas arus modal ke depan.

"Dan tadi disepakati, dilaporkan ke Bapak Presiden, kesepakatan kerja sama antara BI dan Menteri Keuangan sehingga ke depan ini bisa dijaga terkait dengan capital outflow," jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa pasar modal Indonesia masih dibayangi arus dana keluar yang berdampak pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut, kondisi ini dipicu oleh dinamika global, khususnya faktor geopolitik dan geoekonomi, termasuk kebijakan suku bunga tinggi yang lebih lama dari bank sentral Amerika Serikat.

"Terkait dengan pasar modal, dapat kami sampaikan terjadi outflow karena memang saat ini kondisi dari faktor geopolitik dan geoekonomi secara global di mana tentu kalau dari The Fed higher for longer, makanya pada outflow," kata Kiki.

Meski demikian, OJK menilai tekanan ini bersifat sementara. Dengan fundamental ekonomi domestik yang tetap kuat, diharapkan kepercayaan investor dapat kembali pulih dalam waktu mendatang. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN