Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Gunungsitoli Diprediksi Lanjut Deflasi, Wilayah Pantai Timur Terancam Inflasi Tinggi

Mistar.idSelasa, 3 Februari 2026 pukul 11.36 WIB
gunungsitoli_diprediksi_lanjut_deflasi_wilayah_pantai_timur_terancam_inflasi_tinggi

Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Setelah sukses mencatatkan deflasi mendalam sebesar 0,75 persen pada Januari 2026, Sumatera Utara (Sumut) diprediksi akan menghadapi tantangan ekonomi yang kontras pada Februari 2026.

Meskipun tren penurunan harga masih berlanjut di Kepulauan Nias, wilayah daratan Sumut justru mulai dibayangi ancaman inflasi baru.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa lonjakan deflasi di Januari terutama di Kota Gunungsitoli mencapai 2,37 persen. Deflasi merupakan efek balik dari melambungnya harga pada Desember sebelumnya. Menurutnya, Gunungsitoli masih melanjutkan tren deflasi pada Februari ini.

"Namun, bagi wilayah Sumut secara keseluruhan, ada peluang mengalami inflasi dalam rentang terbatas. Komoditas yang perlu diwaspadai adalah cabai merah, cabai hijau, minyak goreng curah, daging sapi, serta gula pasir curah. Sebaliknya, cabai rawit dan harga emas justru berpotensi menjadi penyumbang deflasi," kata Gunawan, Selasa (3/2/2026).

Gunawan memberikan catatan khusus bagi Pemerintah Provinsi Sumut terkait komoditas cabai merah. Memasuki awal Februari, cabai merah terpantau sudah mulai menyumbang inflasi akibat tingginya permintaan (demand) dari luar wilayah Sumut.

"Sumut nantinya akan kembali direpotkan dengan kenaikan harga cabai merah. Produksi lokal kita menghadapi tantangan penurunan yang signifikan, sementara pasokan tersedot keluar daerah. Pembentukan harga cabai merah di Sumut sekarang sangat bergantung pada dinamika harga di luar wilayah, seperti dari Pulau Jawa," ucapnya.

Lebih lanjut, Gunawan menggarisbawahi adanya potensi ketimpangan angka inflasi antar wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut pada bulan ini. Jika Gunungsitoli cenderung aman dengan deflasinya, wilayah lain justru berada di zona merah.

"Ada dua wilayah yang berpeluang mencetak inflasi cukup tinggi di Februari ini, yaitu Deli Serdang dan Labuhanbatu, atau kota-kota besar di bagian timur Sumut selain Medan. Wilayah ini berpotensi mencatatkan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan daerah IHK lainnya di Sumut," ujar Gunawan.

Pemerintah daerah diharapkan segera memperkuat mitigasi distribusi pangan untuk memastikan stok di wilayah Pantai Timur tetap terjaga, guna mencegah lonjakan harga yang terlalu tajam akibat tingginya konsumsi dan persaingan pasokan dengan pasar luar provinsi. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN