Monday, June 29, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Gejolak Baru AS-Iran, Rupiah Menguat ke Level Rp17.875 per Dolar AS

Mistar.idSenin, 29 Juni 2026 pukul 11.48 WIB
gejolak_baru_asiran_rupiah_menguat_ke_level_rp17875_per_dolar_as

Doalr dan rupiah. (Foto: Antara)

news_banner

Medan, MISTAR.ID — Mata uang rupiah menguat atas dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (29/6/2026). Padahal sentimen global AS dan Iran kembali memanas yang memicu tingginya volatilitas di pasar komoditas dunia.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menjelaskan AS dan Iran sudah meneken perjanjian perdamaian, tapi realitanya menujukkan kedua negara belum berdamai sepenuhnya.

Aksi saling serang kembali terjadi pada akhir pekan lalu membuat pasar komoditas global bergerak fluktuatif.

Gunawan mencatat aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz sudah pulih jika dibandingkan kondisi sebelum kedua negara berdamai. Akibat melemahnya dominasi dolar AS menunjukkan kinerja positif mata uang rupiah.

"Awal pekan, pasar keuangan tanah air kembali tertekan. Namun, rupiah menguat di level 17.875 per dolar AS, sejalan dengan melemahnya USD Index ke 101,3," katanya.

Sambung Gunawan, posisi tersebut terpantau lebih rendah dibanding perdagangan Jumat pekan lalu. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga melemah dibandingkan perdagangan Jumat pekan lalu.

Gunawan memaparkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan awal pekan sempat menguat ke level 5,932. Namun, laju indeks rentan berbalik arah dan kerap ke zona merah.

Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG diproyeksikan akan bergerak pada rentang 5.800 hingga 5.970.

"IHSG masih dibayangi koreksi mayoritas bursa saham di Asia yang berpeluang memicu koreksi. Pasar keuangan tidak akan berpengaruh dengan sentimen data ekonomi, karena minimnya data ekonomi yang akan rilis awal pekan," ucapnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN