Ekonomi Sumut Kuartal I 2026 Diproyeksi Tumbuh Positif, Ini Sektor yang Mulai Bangkit

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin. (Foto: Istimewa)
Medan, MISTAR.ID
Setelah didera bencana besar pada penghujung tahun 2025, wajah perekonomian Sumatera Utara (Sumut) pada kuartal pertama tahun 2026 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sumut akan bergerak positif di rentang 0,18 persen hingga 0,27 persen secara kuartalan (q-to-q).
Angka ini menjadi sinyal penting karena berpotensi memutus tren negatif atau kontraksi yang terjadi pada periode yang sama dalam dua tahun terakhir, di mana pada kuartal I 2024 terkontraksi 0,59 persen dan kuartal I 2025 terkontraksi 0,99 persen.
Gunawan menjelaskan bahwa momentum perayaan hari besar keagamaan, yakni Ramadan dan Idulfitri, menjadi motor utama penggerak konsumsi masyarakat. Selain itu, beberapa sektor usaha kunci juga mulai bangkit pascabencana.
"Sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, hingga transportasi berpeluang membaik kinerjanya. Khusus industri pengolahan kelapa sawit, terpantau ada kenaikan pengolahan bahan mentah ke bahan baku sekitar 3 persen hingga Februari ini," kata Gunawan, Jumat (20/2/2026).
Meskipun demikian, tidak semua sektor berjalan mulus. Industri pengolahan karet justru menunjukkan penurunan kapasitas penggunaan bahan baku, sementara industri produk akhir masih cenderung stagnan.
Di tengah optimisme awal tahun, Gunawan mengingatkan adanya awan mendung yang membayangi kinerja ekspor Sumut. Melemahnya harga minyak kedelai sebagai komoditas pesaing utama minyak sawit (CPO) berpotensi menekan permintaan ekspor dari Sumut.
"Penurunan harga komoditas pesaing dan tensi geopolitik global dapat mengubah peta perdagangan. Kita harus waspada terhadap potensi tekanan kinerja ekspor yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi di kuartal-kuartal berikutnya," ucapnya.
Meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprediksi akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru, Gunawan menekankan agar pemerintah dan pelaku usaha tetap siaga saat memasuki kuartal kedua hingga keempat tahun 2026.
Menurutnya, tantangan nyata bagi sejumlah sektor usaha sudah mulai terlihat jelas. Oleh karena itu, kebijakan yang memperkuat daya tahan ekonomi domestik perlu diintensifkan agar pertumbuhan terbatas pada awal tahun ini bisa berkelanjutan hingga akhir tahun. (hm25)
BERITA TERPOPULER























