Direktur Perdagangan BEI Jelaskan Pelemahan IHSG

Bursa Efek Indonesia. (Foto: Vokuz)
Jakarta, MISTAR.ID
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (4/3/2026). Berdasarkan data RTI Business, IHSG anjlok 4,57 persen ke level 7.577,06. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat menyentuh level terendah di 7.486,32, setelah dibuka pada posisi 7.896,37.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, menjelaskan pelemahan tersebut dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Situasi memanas setelah Iran menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi krisis energi global.
Menurut Irvan, sentimen negatif ini juga tercermin pada lonjakan harga minyak dunia. Ia menambahkan, tekanan tidak hanya terjadi di pasar domestik, tetapi juga melanda sejumlah indeks saham regional.
“Beberapa indeks yang ikut terkoreksi tajam antara lain Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAIEX, hingga ASX. Bahkan, pasar saham Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah indeksnya merosot lebih dari 8 persen,” kata Irvan, dilansir CNN Indonesia.
Dari sisi transaksi, volume perdagangan IHSG mencapai 53,61 miliar saham dengan nilai Rp 29,72 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 3.302.236 kali.
“Sebanyak 734 saham tercatat melemah, 54 saham menguat, dan 33 saham stagnan,” ucapnya.
Investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 117,91 miliar pada perdagangan hari itu. Secara kumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih asing telah mencapai Rp 6,69 triliun. (hm20)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















